Special Plan: Bappenas: Pengembangan anak usia dini harus jadi perhatian kita

Bappenas: Pengembangan Anak Usia Dini Harus Jadi Perhatian Kita

Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pembinaan anak sejak usia dini perlu diperkuat secara holistik dan terpadu. “Pengembangan anak usia dini secara holistik dan terintegrasi juga harus menjadi perhatian kita, serta percepatan penanganan anak yang belum memasuki pendidikan menjadi bagian dari prioritas kita,” tuturnya dalam acara peluncuran Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia dan UNICEF periode 2026-2030 di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin.

Dalam kesempatan tersebut, ditampilkan rencana tindakan nasional bersama UNICEF (CPAP) untuk mendorong visi pembangunan yang selaras dengan strategi jangka panjang dan menengah. Fokus utama dari strategi ini adalah peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia, yang harus dimulai dari masa kehamilan. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto beberapa kali menekankan pentingnya asupan gizi melalui program pemberian makan kepada ibu hamil, anak-anak, dan remaja.

“Ketika saya masih anak-anak, UNICEF sangat melekat di hati kami. Namun saat ini, saya bertanya kepada Ibu Manisa Zaman (Representatif UNICEF Indonesia), mengapa UNICEF sekarang tidak terlalu kentara? Mungkin karena Indonesia terlalu luas. Bukan karena peran UNICEF yang kurang, tapi karena luasnya wilayah negara ini membuat peran mereka menjadi lebih banyak, meskipun menyelesaikan masalah dari Aceh hingga Papua terasa berat,” jelas Rachmat Pambudy.

Kolaborasi Bappenas dengan UNICEF mencakup penyusunan indeks modal manusia, sehingga organisasi internasional dapat membantu meningkatkan kualitas warga negara. Pelaksanaan program gizi ini dikelola secara lintas sektor, termasuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertugas memberikan nutrisi kepada kelompok masyarakat, seperti lansia.

Dalam ekosistem pembangunan, pemerintah mengusung prinsip tidak ada anak yang tertinggal, sambil tetap memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil dan kelompok usia lanjut agar tidak terabaikan. Dengan adanya CPAP, upaya penguatan sumber daya manusia di Indonesia semakin terarah. Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pemberian makan bergizi saja tidak cukup untuk menjamin pertumbuhan optimal, tetapi harus diimbangi dengan akses pendidikan berkualitas serta layanan kesehatan yang memadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *