Main Agenda: Pupuk Indonesia pastikan kesiapan produksi jelang ekspor ke Australia
Pupuk Indonesia pastikan kesiapan produksi jelang ekspor ke Australia
Jakarta – Perusahaan pupuk nasional, PT Pupuk Indonesia (Persero), mengonfirmasi bahwa kemampuan produksi dan pasokan pupuk urea telah siap untuk mendukung rencana ekspor ke Australia melalui skema government-to-government (G2G). Hal ini terjadi di tengah gangguan di rantai pasok global yang dipicu oleh perang di wilayah Timur Tengah.
“Kapasitas yang kami miliki cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mengambil peluang ekspor,” ungkap Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi di Jakarta, Kamis.
Dalam penjelasannya, Rahmad menyebutkan bahwa perusahaan memiliki kapasitas produksi urea sebanyak 9,4 juta ton per tahun. Namun, prediksi produksi untuk tahun 2026 mencapai 7,8 juta ton, dengan kebutuhan domestik diperkirakan sebesar 6,3 juta ton. Hal ini menjamin stok pupuk nasional tetap terjaga guna memenuhi kebutuhan petani di seluruh Indonesia.
Kemajuan dalam proses produksi didukung oleh ketersediaan bahan baku utama, yaitu gas alam, yang memiliki volume memadai dan harga stabil. Rahmad menilai, situasi ini mencerminkan ketahanan industri pupuk nasional dalam menjaga kelangsungan produksi, sekaligus membuka kesempatan untuk berkontribusi pada stabilitas pasokan regional.
Ekspor ke Australia akan tetap memprioritaskan kebutuhan dalam negeri. Hingga Rabu (22/4), stok pupuk mencapai 1,19 juta ton, dengan produksi optimal mencapai 25 ribu ton per hari untuk urea dan 15 ribu ton per hari untuk NPK.
“Sebagaimana arahan pemerintah, prioritas utama kami tetap pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Ekspor dilakukan secara selektif dan terukur dengan mempertimbangkan keseimbangan pasokan nasional,” kata Rahmad Pribadi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima telepon dari Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk membahas rencana ekspor 250.000 ton pupuk urea Indonesia. Dalam komunikasi tersebut, Albanese menyampaikan apresiasi terhadap persetujuan Presiden.
“Dalam komunikasi tersebut, PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar 250.000 ton pada tahap pertama,” tutur Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, seperti yang diunggah di Instagram @sekretariat.kabinet.