Meeting Results: Staffinc catat perkembangan kebutuhan tenaga kerja lintas industri
Staffinc Catat Perkembangan Kebutuhan Tenaga Kerja Lintas Industri
Jakarta, Senin – Perusahaan yang menawarkan solusi ketenagakerjaan, Staffinc, mencatat perubahan dalam kebutuhan tenaga kerja yang berlangsung di berbagai sektor industri. Tren ini menunjukkan peningkatan kemampuan di sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) serta peningkatan standar kualitas dan kesiapan tenaga kerja. “Tren ini mencerminkan pergeseran kebutuhan bisnis, di mana tenaga kerja kini tidak hanya diharapkan siap bekerja, tetapi juga mampu secara langsung mendorong kinerja organisasi,” jelas Chief Commercial Officer Staffinc Margana Mohamad dalam keterangan persnya.
Keterampilan Pekerja Memerlukan Pembaruan
Laporan tersebut menyoroti bahwa sekitar 44 persen dari keterampilan pekerja akan membutuhkan pembaruan dalam beberapa tahun mendatang. Margana menambahkan, hal ini mendorong perusahaan untuk lebih menekankan tenaga kerja yang adaptif, produktif, dan berkontribusi langsung terhadap hasil bisnis. “Kompleksitas operasional yang meningkat, seperti distribusi multi-channel dan kecepatan layanan, juga membutuhkan visibilitas yang lebih kuat terhadap performa tenaga kerja di lapangan,” ujar dia.
Pendekatan Strategis untuk 2026
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Staffinc menyiapkan beberapa fokus strategis untuk 2026, seperti penguatan pengukuran kinerja tenaga kerja dan integrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam proses rekrutmen. “Banyak perusahaan masih memandang tenaga kerja sebagai bagian dari kebutuhan operasional. Namun, di lapangan mereka menjadi faktor penentu dalam eksekusi yang langsung memengaruhi hasil bisnis. Tantangan ke depan tidak hanya terletak pada ketersediaan tenaga kerja, tetapi lebih pada memastikan kualitas dan konsistensi kinerja mereka,” tambah Margana.
Pergeseran Kebutuhan Klien
Selama periode ini, Staffinc juga mencatat adanya pergeseran kebutuhan klien yang semakin menekankan kualitas eksekusi dan kontribusi tenaga kerja terhadap peningkatan produktivitas. “Hal ini mendorong pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penempatan, tetapi juga pada bagaimana kinerja tenaga kerja dapat diukur dan dikaitkan langsung dengan efisiensi operasional,” kata Margana.
AI Interviewer dan Kolaborasi Industri
Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, Staffinc mengembangkan sistem AI Interviewer, yaitu teknologi berbasis AI yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi dalam proses seleksi kandidat. Pengembangan ini sejalan dengan tren global pemanfaatan AI di bidang sumber daya manusia. Di sisi lain, perusahaan juga akan memperkuat kerja sama dengan mitra industri melalui berbagai program engagement, termasuk diskusi terbatas lintas sektor, sesi komunitas, hingga forum kepemimpinan yang membahas tren dan praktik terbaik dalam pengelolaan tenaga kerja.