New Policy: IPC TPK catat 850 ribu TEUs di triwulan I 2026
IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs dalam Triwulan I 2026
Dari Jakarta, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatatkan volume pengangkutan barang sebesar 850.768 TEUs pada triwulan pertama tahun 2026. Angka ini mengalami peningkatan 0,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 843.187 TEUs.
“Strategi tersebut membantu mempertahankan kelancaran distribusi serta meminimalkan risiko penumpukan di terminal,” kata Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Rabu.
Kinerja IPC TPK menunjukkan ketangguhan operasional selama momen Idul Fitri, meski ada pengaruh dari pembatasan angkutan barang untuk mendukung arus mudik nasional. Pada bulan Maret 2026, volume bongkar muat turun menjadi 250.352 TEUs, atau 14 persen dibandingkan Maret 2025 sebesar 290.923 TEUs.
Dalam segmen domestik, kenaikan 3,5 persen tercatat, dengan volume meningkat dari 623.532 TEUs pada Maret 2025 menjadi 645.084 TEUs pada Maret 2026. Pertumbuhan ini mencerminkan keberlanjutan aktivitas distribusi dalam negeri dan dorongan konsumsi lokal selama Ramadan dan Idul Fitri.
Sementara itu, arus peti kemas internasional mengalami penurunan dari 219.655 TEUs pada Maret 2025 menjadi 205.684 TEUs pada Maret 2026, atau 6,4 persen. Penyesuaian jadwal pelayaran global dan dinamika distribusi lintas negara menjadi faktor utama.
Distribusi throughput IPC TPK terlihat merata di berbagai area operasional, termasuk Tanjung Priok (1 persen), Pontianak (1,6 persen), Panjang (2 persen), dan Teluk Bayur, yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,3 persen.
“Masa depan, IPC TPK berencana memperkuat kerja sama serta perencanaan berbasis data untuk menjaga kelancaran logistik nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tambah Pramestie.