Key Issue: Dubes harap layanan fast track diterapkan di seluruh embarkasi
Dubes Harap Layanan Fast Track Diterapkan di Seluruh Embarkasi
Jakarta – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, menyatakan bahwa layanan Fast Track Mecca Route diharapkan bisa diperluas ke semua embarkasi di Indonesia. Menurutnya, fasilitas ini mempermudah proses pemeriksaan keimigrasian jamaah calon haji ketika tiba di tanah suci.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi yang telah memberikan kemudahan proses keimigrasian melalui jalur fast track Thariq Makkah,” tutur Abdul Aziz di Madinah, Rabu.
Menurut penjelasan Abdul Aziz, saat ini layanan tersebut hanya tersedia untuk sebagian kecil jamaah. Namun, pemerintah berencana mengaktifkannya untuk seluruh jamaah calon haji. “Saat ini mungkin hanya separuh jamaah yang bisa menggunakan fasilitas ini, namun kita berharap tahun ini semua bisa mengalaminya,” katanya.
Di samping itu, ia juga menyoroti pembagian kartu Nusuk yang telah dilakukan sejak di tanah air. Kartu ini, menurutnya, memberikan akses yang lebih mudah serta mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
Kesiapan Petugas Ibadah Haji Dinilai Memadai
Dalam kesempatan yang sama, Abdul Aziz memberikan apresiasi terhadap kesiapan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Daerah Kerja Bandara. Ia menyatakan bahwa persiapan mereka memastikan alur kedatangan jamaah berjalan lancar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para petugas, terutama Kepala Daker Bandara dan timnya, karena kesigapan mereka membuat proses pagi ini sangat efisien,” ujarnya.
Menyasar layanan di Madinah, Abdul Aziz menyatakan jamaah akan langsung mendapatkan pelayanan setelah tiba di hotel. Selama masa tinggal sekitar sembilan hari sebelum diberangkatkan ke Makkah, mereka bisa menjalani ibadah dengan lebih nyaman.
Menurutnya, pemerintah sudah memastikan akomodasi jamaah optimal. Setiap kelompok terbang (kloter) ditempatkan di satu hotel untuk memudahkan koordinasi. Dua kloter awal mendapatkan penginapan dekat Masjid Nabawi, sehingga mempercepat akses ke tempat ibadah.
“Dua kloter pertama mendapat hotel terbaik di depan haram, sehingga jamaah bisa pergi ke masjid secara langsung tanpa hambatan,” imbuhnya.
Pemerintah menyatakan harapan agar seluruh rangkaian pelayanan haji tahun ini berjalan lancar dan tanpa hambatan. Seluruh jamaah, kata Abdul Aziz, diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.