New Policy: Rupiah melemah seiring ancaman AS perluas blokade hingga Teluk Oman
Rupiah melemah seiring ancaman AS perluas blokade hingga Teluk Oman
Pada hari Selasa, nilai tukar rupiah mengalami penurunan 22 poin atau 0,13 persen, mencapai Rp17.127 per dolar AS. Jumlah ini lebih rendah dari level penutupan sebelumnya di Rp17.105 per dolar AS.
Militer AS menyatakan pada Senin (13/4) bahwa rencana penguncian jalur laut strategis akan mencakup area timur hingga Teluk Oman dan Laut Arab, menurut pernyataan Ibrahim Assuaibi, ahli mata uang dan komoditas, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa. Data pelacakan kapal menunjukkan adanya dua kapal yang berubah arah di Selat Hormuz selama blokade berlangsung.
Komando Pusat (CENTCOM) AS memulai penguncian jalur maritim tersebut setelah perundingan antara Washington dan Teheran tidak berhasil diwujudkan, meski ada gencatan senjata. Pernyataan dari CENTCOM menegaskan bahwa blokade akan diberlakukan tanpa membeda-bedakan kapal dari negara mana pun yang berlabuh di pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman.
Di sisi lain, Iran mengancam akan menargetkan pelabuhan di negara-negara yang berbatasan dengan Teluk, setelah negosiasi akhir pekan di Islamabad untuk menyelesaikan krisis gagal. Namun, indikasi adanya kesempatan dialog antara AS dan Iran memang mengurangi kekhawatiran mengenai gangguan pasokan akibat pembatasan tersebut.
Sumber yang mengikuti proses negosiasi menyatakan bahwa komunikasi antara Iran dan AS masih berlangsung, sementara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan upaya yang dilakukan untuk meredakan ketegangan.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini turun menjadi Rp17.135 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya di Rp17.122 per dolar AS.