Pemkot Bandung pastikan stok MinyaKita dari mitra Bulog aman
Pemkot Bandung Pastikan Stok MinyaKita dari Mitra Bulog Aman
Kota Bandung menjadi fokus perhatian pemerintah setempat terkait ketersediaan minyak goreng merek MinyaKita. Pemkot mengklaim produk tersebut disuplai oleh mitra resmi Perum Bulog dan terjamin sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Penjelasan ini diberikan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Ronny Ahmad Nuruddin, yang menyatakan distribusi minyak goreng dari Bulog berjalan lancar ke sejumlah pasar tradisional.
“Setiap minggu, minyak goreng dijatuhkan ke pedagang, dengan rata-rata 50 dus per mitra. Satu dus mengandung 12 kemasan, dan harga jual sesuai HET,” ujarnya di Bandung, Rabu.
Ronny menambahkan, pedagang yang ingin mengakses stok MinyaKita harus memenuhi persyaratan administrasi melalui aplikasi Simira. Aplikasi ini diperuntukkan bagi para pedagang, khususnya toko kelontong, yang bersedia melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Menurutnya, semua pedagang sudah disasar, tetapi ketersediaan stok bergantung pada kepatuhan mereka terhadap prosedur.
“Pemerintah juga memberikan bantuan, seperti pengurusan izin usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB),” terang Ronny.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui harga MinyaKita di luar jaringan Bulog terkadang naik sesuai mekanisme pasar. Berdasarkan pemantauan, harga di pasaran berkisar antara Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter. Namun, ia memastikan stok dari mitra Bulog tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan warga.