Special Plan: BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif
BP BUMN Kawal Pertumbuhan Ekonomi yang Fundamental dan Inklusif
Jakarta, Kamis
Dony Oskaria, kepala BP BUMN, menegaskan komitmen untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, model pertumbuhan yang hanya mengandalkan angka makro tidak cukup untuk menciptakan kesejahteraan yang luas, bahkan bisa memperlebar jurang kemiskinan.
“Kita berupaya beralih dari pertumbuhan ekonomi buatan menjadi yang berlandaskan fondasi kuat. Tanpa ketahanan pangan, energi, dan sumber daya manusia yang tangguh, tidak mungkin suatu negara mencapai kemandirian ekonomi,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Untuk mewujudkan visi ini, BP BUMN aktif mengawasi berbagai program strategis di bidang ketahanan pangan, energi, dan SDM. Dony menyoroti keberhasilan pemerintah dalam mendorong swasembada beras melalui kebijakan seperti pengembangan sawah baru, peningkatan infrastruktur irigasi, serta perubahan model bisnis pupuk ke sistem “mark to market” yang berhasil menurunkan harga pupuk hingga 20 persen.
Dalam bidang energi, pemerintah terus memperkuat proyek hilirisasi seperti konversi batu bara menjadi gas Dimethyl Ether (DME), penghentian impor solar, serta pengembangan bahan bakar nabati seperti etanol dan B50 untuk mengurangi aliran dana keluar negeri. Selain itu, BP BUMN juga mendukung program intervensi gizi nasional berupa “Makan Bergizi Gratis” sebagai upaya memutus rantai stunting yang masih mencapai 23 persen.
Pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mewujudkan akses pendidikan yang merata. Dony menekankan bahwa inisiatif ini tidak hanya berupa program biasa, tetapi merupakan bagian dari proses restorasi untuk memastikan Indonesia memiliki fondasi keberlanjutan yang kuat ke depan.