Special Plan: ESDM tawarkan 116 blok migas baru untuk capai target produksi

ESDM Tawarkan 116 Blok Migas Baru untuk Capai Target Produksi

Jakarta, Jumat (25 Mei 2025) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan pembukaan 116 blok minyak dan gas bumi (migas) baru bagi calon investor internasional. Langkah ini dilakukan guna mempercepat pencapaian target produksi yang telah ditetapkan. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menjelaskan, pemerintah juga mengambil tindakan strategis lainnya, seperti menawarkan blok migas yang belum dimanfaatkan dan mendorong kerja sama teknologi serta operasi di wilayah kerja yang sudah ada, berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025.

“Pemerintah mengambil langkah-langkah penting untuk menjamin target produksi, termasuk pembukaan 116 blok migas baru serta pengembangan kerja sama di blok eksisting melalui Permen ESDM tersebut,” katanya dalam keterangan resmi.

Menurut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, target produksi minyak diperkirakan mencapai 610 ribu barel per hari. Laode menekankan bahwa adanya temuan besar di Sumur Geliga, Blok Ganal, dengan potensi gas hingga 5 TCF dan kondensat sebanyak 300 MMbbl, menjadi bagian penting dalam menjaga kestabilan pasokan energi nasional.

ESDM juga meluncurkan beberapa inisiatif untuk memastikan kedaulatan energi di tengah ketegangan geopolitik global yang meningkat. Salah satunya adalah upaya mencapai swasembada energi, sesuai visi Astacita Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini dilakukan pasca penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman 20 persen minyak mentah Indonesia.

“Pemerintah telah melakukan diversifikasi impor energi, meningkatkan efisiensi pasokan domestik, serta memperkuat kerja sama bilateral untuk mengantisipasi risiko pasokan global,” ujar Laode.

Dalam rangka menarik investasi, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) melakukan perubahan aturan yang lebih fleksibel. Investor kini dapat memilih antara skema Gross Split atau Cost Recovery, dengan penyesuaian pembagian hasil berdasarkan risiko lapangan. Selain itu, pemerintah memberikan insentif ekonomi proyek dan mempercepat proses izin sesuai PP Nomor 28 Tahun 2025.

“Reformasi sedang berjalan. Pemerintah mengundang investor untuk bergabung dalam pengembangan sektor hulu migas,” tambah Laode.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *