Special Plan: Wamenaker: Kompetensi teknisi digital perkuat “skill-based economy”

Wamenaker: Kompetensi teknisi digital perkuat “skill-based economy”

Jakarta – Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, atau akrab disapa Ferry, menekankan bahwa kemampuan di bidang teknisi perangkat digital berpotensi meningkatkan peluang kerja dan memperkuat ekonomi yang bergantung pada keterampilan (skill-based economy). Menurutnya, banyak teknisi saat ini bekerja secara mandiri di berbagai sektor industri digital, sehingga membuka peluang baru dalam perekrutan tenaga kerja serta memperkaya struktur ekonomi berbasis kompetensi.

“Banyak teknisi yang kini bekerja secara mandiri di berbagai sektor industri digital, sehingga turut membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi berbasis keterampilan atau skill-based economy,” kata Afriansyah dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa.

Selain itu, Wamenaker menambahkan bahwa pemahaman tentang ekonomi berbasis keterampilan, terutama di bidang digital, sangat penting bagi para pekerja, terlebih angkatan kerja muda. Ia menyoroti perlunya peningkatan keterampilan melalui upskilling dan reskilling, mengingat perkembangan teknologi yang pesat.

“Jadikan momentum ini untuk membuktikan bahwa teknisi Indonesia mampu bersaing dan unggul,” ujar Ferry.

Pemerintah, melalui Kementerian Ketenagakerjaan, juga turut mendukung pengembangan kemampuan teknis digital. Salah satu contohnya adalah Kompetisi Asosiasi Teknisi Perangkat Jaringan (ATPJ) CPU iPhone 2026 yang diadakan di Jambi akhir pekan lalu. Wamenaker menyebut kompetisi ini bukan hanya ajang membandingkan kemampuan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan peluang kerja di bidang perbaikan perangkat digital.

Dalam kompetisi tersebut, ATPJ berperan penting sebagai mitra pemerintah dalam mengakses teknisi yang belum terjangkau oleh pelatihan formal. Ia menilai kegiatan seperti ini selaras dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas lapangan kerja, serta mendorong industrialisasi sektor teknologi.

“Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari upaya bersama untuk menjawab tantangan strategis bangsa. Fokus pembangunan saat ini adalah memperkuat SDM, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta mendorong hilirisasi dan industrialisasi,” katanya.

Ferry menambahkan bahwa kompetisi semacam ini berfungsi sebagai sarana untuk memperbaiki standar keterampilan teknisi melalui praktik langsung, pembandingan kemampuan, dan pengembangan profesionalisme. Ia juga mengapresiasi ATPJ serta mitra lain yang telah berkontribusi dalam pembentukan SDM Indonesia. Kemnaker menekankan agar kegiatan serupa terus diperluas dan diintegrasikan ke dalam sistem pelatihan nasional serta sertifikasi kompetensi, agar kemampuan para teknisi diakui secara nasional dan internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *