Special Plan: Wamentan tegaskan percepatan tanam antisipasi dampak El Nino

Wamentan: Percepatan Tanam untuk Antisipasi Dampak El Nino

Jakarta – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menggarisbawahi pentingnya percepatan tanam sebagai langkah strategis pemerintah dalam menghadapi perubahan iklim, terutama ancaman El Nino, guna menjaga stabilitas produksi pangan nasional. Dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu, Sudaryono menekankan bahwa kecepatan dalam proses penanaman menjadi kunci untuk mengurangi risiko gangguan iklim terhadap ketahanan pangan.

Gerakan Tanam Padi Serentak di Jambi

Gerakan ini diadakan di 16 provinsi, dengan lokasi utama di Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Jambi. Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, mendorong percepatan penggunaan lahan CSR di Jambi agar segera produktif. Targetnya, 5.000 hektare lahan akan masuk siklus tanam secara optimal.

“Sekarang adalah momen yang tepat. Selama hujan masih mengalir, kita harus mempercepat tanam. Tanam lebih cepat, panen juga akan lebih cepat. Semakin banyak yang ditanam, semakin besar hasil panen kita,” ujar Sudaryono.

Dalam upaya ini, Kementerian Pertanian memastikan lahan CSR tidak hanya dicetak, tetapi langsung dimanfaatkan. Untuk mempercepat proses, penyuluh, Brigade Pangan, dan peralatan pertanian diterjunkan secara masif. Teknologi modern seperti rice transplanter dan drone juga digunakan dalam tanam serempak, guna mengatasi keterbatasan tenaga kerja.

Optimalkan Sumber Daya Air

Sudaryono menegaskan bahwa pemanfaatan sumber air menjadi faktor kritis. Pemerintah telah mengidentifikasi berbagai sumber, termasuk pompa, sumur bor, dan aliran sungai, untuk memastikan pertanaman berlangsung terus-menerus meski menghadapi risiko kekeringan akibat El Nino.

“Benih dan pupuk bisa kita bantu, tetapi air dan hujan tidak bisa kita datangkan. Jadi, manfaatkan waktu yang ada untuk segera menanam,” tambahnya.

Menurut Sudaryono, peran petani dan pemerintah daerah sangat vital dalam menjaga keberlanjutan program. Ia membuka kesempatan bagi para petani untuk menyampaikan kebutuhan, mulai dari benih hingga alat pertanian, agar tanam bisa berjalan optimal. Acara ini juga melibatkan generasi muda melalui Brigade Pangan, yang turut menerapkan teknologi modern dalam produksi pertanian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *