Key Strategy: IHSG pada Kamis menguat dipicu optimisme konflik AS-Iran akan berakhir
IHSG pada Kamis menguat dipicu optimisme konflik AS-Iran akan berakhir
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak naik pada Kamis pagi, seiring pergeseran investor ke aset berisiko yang didorong harapan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mendekati penyelesaian. IHSG dibuka dengan kenaikan 39,75 poin atau 0,52 persen, mencapai level 7.663,34. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga mengalami penguatan 2,74 poin atau 0,36 persen, ke 762,69.
“Pasar mulai mengantisipasi kemungkinan de-eskalasi, terlihat dari kembalinya investasi ke aset berisiko dan penurunan nilai dolar AS. Namun, risiko tetap tinggi karena negosiasi belum mencapai kesepakatan dan eskalasi konflik masih bisa terjadi,” ungkap Liza Camelia Suryanata, Kepala Penelitian Kiwoom Sekuritas Indonesia, dalam analisisnya di Jakarta, Kamis.
Global Sentimen Dipengaruhi Ekspektasi Penyelesaian Konflik
Liza menambahkan bahwa sentimen pasar global bergantung pada keyakinan bahwa perang AS-Iran semakin dekat berakhir. Presiden AS Donald Trump menyatakan konflik tersebut hampir selesai, dengan peluang mencapai gencatan senjata permanen sebelum akhir bulan sangat besar. Meski demikian, negosiasi awal di Islamabad, Pakistan, belum menghasilkan kesepakatan, sehingga proses perundingan masih berlangsung intensif.
Teori Perang dan Dampak Ekonomi
Di sisi lain, Liza memperingatkan bahwa kondisi lapangan masih kompleks. AS terus meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan blokade pelabuhan dan henti perdagangan laut. Sementara Iran ancam membalas, menjaga preseden tekanan di Selat Hormuz. Kebijakan ini juga memengaruhi China yang berencana menghentikan impor minyak dari Iran.
Hingga saat ini, volume kapal yang melewati Selat Hormuz masih rendah, meski lebih dari 20 unit sudah kembali beroperasi. Mekanisme pasar tetap stabil, di mana gejolak minyak memengaruhi inflasi, memperkuat dolar AS, dan menekan nilai emas.
Pergerakan Pasar Asia dan Eropa
Pada perdagangan Rabu (15/04), bursa saham Eropa terpantau bergerak bervariasi. Euro Stoxx 50 turun 0,73 persen, FTSE 100 Inggris melemah 0,47 persen, DAX Jerman naik 0,09 persen, dan CAC turun 0,64 persen. Di Wall Street, indeks Nasdaq Composite naik 1,59 persen ke 24.016,02, S&P 500 melanjutkan kenaikan 0,80 persen ke 7.022,95, sementara Dow Jones mengalami pelemahan 0,15 persen ke 48.463,72.
Bursa Asia pagi ini juga menunjukkan pergerakan beragam. Nikkei menguat 2,40 persen ke 59.529,00, Hang Seng naik 1,07 persen ke 26.224,00, Shanghai meningkat 0,47 persen ke 4.046,21, dan Strait Times melemah 0,25 persen ke 5.008,73.
Utang Luar Negeri Indonesia
Dalam negeri, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai 437,9 miliar dolar AS per Februari 2026, dengan pertumbuhan 2,5 persen (yoy). ULN pemerintah, sebesar 215,9 miliar dolar AS, tetap menjadi penopang utama, meski sedikit melambat karena penurunan portofolio obligasi. ULN swasta justru turun 0,7 persen (yoy) ke 193,7 miliar dolar AS.