Key Discussion: Teleskop China temukan 20.000 lebih kelompok bintang tersembunyi
Teleskop China Temukan 20.000 Bintang Tersembunyi Baru
Beijing — Sebuah penelitian menggunakan Teleskop Guo Shoujing, yang dinamai sesuai seorang ilmuwan terkenal dari Tiongkok abad ke-13, berhasil mengungkap lebih dari 20.000 kelompok bintang yang belum tercatat sebelumnya. Bintang-bintang ini membentuk sistem dengan dua atau lebih bintang yang terikat oleh gravitasi dan sangat rapat, sehingga sulit terlihat melalui teleskop biasa. Penemuan ini dilaporkan oleh Science and Technology Daily, Selasa (22/4).
Metode Penelitian
Para ilmuwan memanfaatkan data spektral berresolusi menengah dari Teleskop Large Sky Area Multi-Object Fiber Spectroscopic Telescope (Lamost) untuk mengidentifikasi sistem bintang yang tersembunyi. Dengan mengeksplorasi cahaya yang dipancarkan oleh bintang, mereka mampu menganalisis spektrum yang menjadi kunci untuk mengkonfirmasi keberadaan kelompok-kelompok ini. Studi ini menunjukkan metode baru yang efektif untuk penelitian astronomi di masa depan.
“Data yang terus bertambah akan memperdalam pemahaman kita tentang alam semesta,” kata Li Kai, penulis korespondensi dari studi yang dilakukan di Universitas Shandong.
Sistem bintang majemuk spektroskopis merupakan kelompok bintang yang sangat dekat satu sama lain namun jauh dari Bumi, sehingga teleskop terkuat pun tidak dapat mengamati secara langsung. Untuk memastikan akurasi, tim peneliti menggunakan program khusus yang dilatih dengan sampel yang dipilih secara teliti. Mereka menerapkan algoritma ini pada hampir 450.000 objek langit, menghasilkan 15.887 kandidat bintang biner, 8.771 bintang tripel, serta 294 sistem biner yang tersembunyi.
Pengaruh Penemuan
Sebagian besar bintang dalam sistem yang ditemukan, antara 87 hingga 97 persen, termasuk bintang deret utama, seperti Matahari yang berada dalam fase pembakaran stabil. Selain itu, tim juga menganalisis orbit dari sistem yang memiliki data pengamatan memadai, berhasil mengidentifikasi parameter orbital dari lebih dari 300 sistem biner dan memperoleh informasi tentang orbit pada 40 sistem bintang tripel hierarkis.
Dalam sistem bintang tripel hierarkis, dua bintang bergerak mengelilingi pusat massa bersama, sementara bintang ketiga berada pada jarak lebih jauh. Penemuan ini dipublikasikan di Astrophysical Journal Supplement Series (ApJS), jurnal astronomi internasional. Lamost, yang berlokasi di Xinglong, Provinsi Hebei, Tiongkok utara, adalah fasilitas utama yang dikelola oleh Observatorium Astronomi Nasional Tiongkok di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (CAS). Teleskop ini memiliki aperture efektif sekitar 4 meter dan 4.000 serat optik, menjadikannya salah satu yang paling efisien dalam pengumpulan data spektral di dunia.