Key Strategy: China akan makin buka sektor telko, bioteknologi, layanan kesehatan
Beijing – Pemerintah Tiongkok berencana melanjutkan pembukaan sektor telekomunikasi, bioteknologi, dan layanan kesehatan
Kementerian Perdagangan Tiongkok mengumumkan rencana untuk memperluas akses ke sejumlah bidang usaha, termasuk layanan telekomunikasi bernilai tambah, industri bioteknologi, serta rumah sakit yang sepenuhnya dimiliki oleh pihak asing. Hal ini dijelaskan oleh juru bicara kementerian, He Yadong, dalam wawancara dengan media pada Kamis (16/4).
“Keputusan ini bertujuan mendorong pengembangan industri jasa berkualitas tinggi,” kata He Yadong.
Untuk memperkuat keterbukaan sektor jasa, kementerian juga akan menyempurnakan pengelolaan daftar negatif perdagangan lintas perbatasan serta membangun zona demonstrasi nasional untuk inisiatif layanan inovatif. Langkah tersebut diambil untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri.
Dalam bidang konsumsi jasa, pemerintah akan terus mendorong model dan skenario baru, sekaligus menekankan pengembangan layanan gaya hidup yang berkualitas, beragam, serta nyaman, seperti jasa rumah tangga, akomodasi, dan katering. Perubahan ini bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Menyebut sektor grosir dan ritel sebagai komponen utama industri jasa, He Yadong menyatakan bahwa langkah-langkah akan diambil untuk menjaga keteraturan pasar komoditas curah, memperkaya model bisnis di pasar barang konsumen, serta mendorong pertumbuhan produk pertanian utama.
Industri jasa menjadi pilar utama perekonomian Tiongkok. Output bernilai tambahnya mencapai 80 triliun yuan pada 2025, atau sekitar 57,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut. Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030) menargetkan peningkatan kualitas, efisiensi, dan daya saing sektor ini.