Key Strategy: Dirut Bulog persilahkan masyarakat bila mau cek stok beras di gudang
Dirut Bulog Membuka Akses Masyarakat untuk Melihat Stok Beras di Gudang
Jakarta – Sebagai upaya meningkatkan transparansi, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa masyarakat diperbolehkan memeriksa langsung persediaan beras yang tersimpan di gudang. Langkah ini bertujuan untuk menunjukkan komitmen terbuka dalam menyampaikan informasi terkait cadangan pangan nasional, serta memastikan ketersediaan beras tetap terjaga secara optimal.
“Bulog memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengamati kondisi stok beras secara langsung. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) dikelola dengan profesional dan akuntabel,” ujar Rizal dalam pernyataan resmi di Jakarta, Minggu.
Bulog juga menegaskan bahwa pengelolaan stok beras dilakukan dengan sistem jemput bola. Tim dari Kantor Wilayah dan Cabang Bulog aktif mengunjungi sawah, area panen, serta pusat penggilingan padi di berbagai daerah guna memastikan pasokan pangan nasional tetap stabil.
Dalam tahun ini, target penyerapan beras mencapai 4 juta ton setara beras, meningkat dari 3 juta ton pada tahun sebelumnya. Angka tersebut mencerminkan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan serta menjaga harga beras di tingkat nasional. Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog mencapai 4.881.105 ton per 18 April 2026.
Presiden Prabowo Subianto Sidak Gudang Bulog di Magelang
Sabtu (18/4), Presiden Prabowo Subianto didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Jaya melakukan inspeksi mendadak ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tujuan inspeksi tersebut adalah untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi cadangan pangan nasional.
“Presiden ingin mengecek langsung kondisi stok beras. Ia memastikan cadangan pangan kita aman dan siap didistribusikan ke berbagai wilayah,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Jaya.
Kompleks gudang tersebut memiliki dua unit bangunan dengan kapasitas total 7.000 ton. Saat ini, semua ruang penyimpanan terisi penuh, yang menunjukkan kesiapan stok yang baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Bulog juga melakukan pengoptimalan kapasitas gudang dengan memanfaatkan fasilitas dari gudang filial (non-Bulog). Hingga kini, 1.254 unit gudang filial dengan total kapasitas 2.686.215 ton telah digunakan untuk mendukung penyimpanan CBP secara merata di seluruh Indonesia.