Key Strategy: Maruarar tekankan pemberdayaan UMKM di lokasi penataan kawasan kumuh
Maruarar tekankan pemberdayaan UMKM di lokasi penataan kawasan kumuh
Jakarta – Dalam rangka revitalisasi kawasan kumuh Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menekankan pentingnya meningkatkan daya saing usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui kerja sama lintas sektor. Menurutnya, penataan kawasan kumuh harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui pengembangan ekonomi lokal.
“Apa yang dibina? Bagaimana mempersiapkan laporan keuangan, bagaimana mempersiapkan tabungan. Ya, ujungnya kalau bisa dia jadi bankable,” ujar Menteri PKP saat meninjau progres renovasi rumah dan revitalisasi kawasan kumuh di Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan, Jumat.
Untuk mendorong pertumbuhan UMKM, Maruarar Sirait bekerja sama dengan lembaga keuangan seperti PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan sejumlah bank nasional. Kolaborasi ini bertujuan memberikan bantuan teknis kepada pelaku usaha mikro agar mampu berkembang dan memiliki akses ke layanan keuangan formal. Sebanyak 35 UMKM mendapatkan bimbingan langsung dari para profesional perbankan untuk memperkuat manajemen keuangan dan penyusunan laporan yang lebih rapi.
Menurut Menteri PKP, pemberdayaan sumber daya manusia merupakan aspek utama dalam penataan kawasan, karena keberhasilan fisik pembangunan harus diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Kementerian PKP juga melibatkan 50 arsitek dari Ikatan Arsitek Jakarta untuk merancang hunian yang lebih layak huni bagi warga yang direnovasi.
Model kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor dapat menjadi kunci efektivitas penataan kawasan permukiman. “Saya berulang kali menanyakan kepada staf dan pihak eksternal, mengapa Menteri Perumahan harus terlibat dalam pengembangan UMKM, serta mengajak PNM dan 10 bank untuk mendukung 35 usaha mikro di kawasan tersebut,” tutur Menteri PKP.
Keterlibatan Arsitek dalam Peningkatan Kualitas Hunian
Salah satu upaya dalam menata kawasan kumuh adalah melibatkan profesional di bidang arsitektur. Kementerian PKP bermitra dengan 50 arsitek dari Ikatan Arsitek Jakarta untuk merancang desain hunian yang lebih nyaman dan sesuai standar kesejahteraan. Seluruh pihak terlibat bekerja sukarela, mencerminkan semangat gotong-royong dalam mempercepat proses revitalisasi.
Sebagai bagian dari strategi nasional, model pemberdayaan berbasis kolaborasi ini diharapkan dapat diterapkan di daerah lain. Pemerintah sedang melakukan renovasi terhadap 152 unit rumah tidak layak huni di Menteng Tenggulun. Target penyelesaian proyek ini ditetapkan pada 15 Juni 2026, melalui partisipasi aktif berbagai pihak.