Latest Program: Mandiri Institute: Kelas menengah penggerak konsumsi di Ramadhan 2026

Mandiri Institute: Kelas Menengah Tegaskan Perannya dalam Penguatan Konsumsi Ramadan 2026

Jakarta, Rabu – Dalam laporan terbaru, Mandiri Institute melalui Mandiri Spending Index (MSI) menunjukkan bahwa kelompok kelas menengah menjadi elemen kunci yang mendorong peningkatan konsumsi secara nasional selama Ramadan hingga Lebaran 2026. Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengatakan bahwa kelompok menengah berperan utama dalam percepatan belanja, khususnya selama periode pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap dinamika ekonomi.

Analisis Pertumbuhan Konsumsi

Mandiri Institute mencatat pertumbuhan konsumsi sebesar 2,9 persen dibandingkan periode sebelum Ramadan, lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya yang mencatatkan pertumbuhan 2,8 persen. Angka ini menunjukkan keberlanjutan aktivitas belanja yang lebih stabil selama masa Ramadan-Lebaran 2026. Terkait kelas sosial, kelompok menengah mencatat pertumbuhan 4,1 persen, melebihi kelompok bawah (2,1 persen) dan atas (2,6 persen).

“Pertumbuhan belanja dari kelompok menengah tercatat hingga 1,4 hingga 2 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya, mencerminkan peran strategis mereka sebagai penggerak utama konsumsi,” jelas Andry Asmoro, yang akrab disapa Asmo.

Sejalan dengan itu, kenaikan konsumsi dominan berasal dari generasi muda. Data menunjukkan pertumbuhan konsumsi Gen Z mencapai 4,4 persen, lebih tinggi dari Milenial (3 persen) dan Gen X (1,4 persen). Sementara itu, sektor belanja nonesensial seperti fashion, kecantikan, dan elektronik menjadi pendorong utama, dengan peningkatan masing-masing sebesar 6,4 persen, 4,9 persen, dan 4,7 persen. Hal ini berbeda dari Ramadan-Lebaran 2025, di mana kebutuhan sehari-hari mendominasi pertumbuhan.

Distribusi THR dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Menurut Mandiri Institute, peningkatan konsumsi ini memperkuat peran permintaan dalam negeri sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi. Kebijakan pemerintah yang efektif serta sinergi lintas sektor, termasuk mekanisme distribusi THR yang lancar dan tepat waktu, turut berkontribusi pada stabilitas daya beli masyarakat.

Tim Ekonom Bank Mandiri memandang momentum konsumsi yang kuat sebagai dasar penting untuk menjaga pertumbuhan domestik. Dengan dukungan kebijakan fiskal yang terukur dan perkembangan ekosistem pembayaran digital, daya beli kelompok menengah diperkirakan tetap menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional, meskipun menghadapi tekanan dari fluktuasi ekonomi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *