New Policy: Laba PNM melonjak sejak 2020, capai Rp1,14 triliun pada 2025
Laba PNM Berkembang Pesat Sejak 2020, Capai Rp1,14 Triliun pada 2025
Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM), sebagai bagian dari BRI Group, berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan yang signifikan, dari Rp359 miliar pada 2020 hingga mencapai Rp1,14 triliun di 2025. Pertumbuhan ini dianggap tidak hanya mencerminkan ekspansi bisnis, tetapi juga hasil dari pengelolaan risiko yang semakin matang.
Kinerja PNM yang terus meningkat menunjukkan bahwa pendekatan ekosistem telah berhasil menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, kata Group CEO BRI Hery Gunardi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Di sisi lain, aset PNM juga mengalami peningkatan signifikan, dari Rp31,7 triliun pada 2020 hingga mencapai Rp57,0 triliun di 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan strategi ekspansi yang agresif, namun tetap mempertahankan kualitas bisnis.
Jumlah liabilitas PNM tumbuh dari Rp26,1 triliun pada 2020 ke Rp45,3 triliun di 2025, mencerminkan peningkatan kemampuan intermediasi dalam membiayai masyarakat produktif yang kurang beruntung.
Kekuatan fundamental PNM juga terlihat dari pertumbuhan total ekuitas yang mencapai lebih dari dua kali lipat, dari Rp5,6 triliun pada 2020 hingga Rp11,7 triliun di 2025. Penguatan struktur modal ini dinilai sebagai fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan meningkatkan ketahanan perusahaan.
“Ke depan, Holding Ultra Mikro akan terus kami dorong sebagai enabler utama dalam membangun ekosistem keuangan yang terintegrasi,” kata Hery.
Perseroan menjelaskan bahwa pencapaian ini didorong oleh sinergi dalam ekosistem Holding Ultra Mikro, yang menggabungkan kekuatan BRI, Pegadaian, dan PNM. Melalui kerja sama ini, PNM mampu memperluas jangkauan layanan, meningkatkan skala ekonomi, serta memperkuat kemampuan operasional berkat digitalisasi dan integrasi sistem.
Menurut Hery, Holding Ultra Mikro berperan sebagai platform strategis untuk menciptakan sinergi lintas entitas, yang selain memperbesar volume bisnis, juga mendorong efisiensi dan kualitas pertumbuhan. Ekosistem ini memberikan dampak nyata pada akses pembiayaan, terutama bagi perempuan pengusaha ultra mikro.
Kemajuan keuangan PNM bukan hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan serta meningkatkan inklusi keuangan nasional. Dengan sinergi yang semakin solid, perseroan optimistis dapat memperluas layanan ke seluruh masyarakat Indonesia.