Meeting Results: BI kucurkan insentif makroprudensial Rp427,9 triliun di awal April

BI Memberikan Insentif Likuiditas Makroprudensial Rp427,9 Triliun di Awal April 2026

Dalam acara pengumuman hasil rapat dewan gubernur (RDG) April 2026 yang berlangsung secara virtual di Jakarta, Rabu (22/4), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa selama minggu pertama bulan tersebut, bank-bank menerima insentif likuiditas makroprudensial (KLM) sebesar Rp427,9 triliun. Insentif ini terbagi menjadi dua saluran, yaitu saluran pemberian kredit (lending channel) dan saluran penyesuaian suku bunga (interest rate channel).

Distribusi KLM diatur berdasarkan jenis lembaga keuangan. Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapat Rp224 triliun, Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) Rp166,6 triliun, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Rp29,6 triliun, serta Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) Rp7,8 triliun. Selain itu, insentif ini juga ditujukan pada sektor-sektor kunci seperti pertanian, industri, dan hilirisasi, sektor jasa termasuk ekonomi kreatif, sektor konstruksi, properti, dan perumahan, serta usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), koperasi, inklusi keuangan, dan keberlanjutan.

“Kebijakan insentif likuiditas makroprudensial terus ditingkatkan untuk meningkatkan kredit perbankan ke sektor prioritas, agar tetap memacu pertumbuhan ekonomi,” terang Perry.

“Penerapan KLM sejak 16 Desember 2025 bertujuan memberikan penghargaan lebih besar bagi bank yang giat menyalurkan kredit ke sektor tertentu yang ditentukan Bank Indonesia (lending channel). Sementara, (interest rate channel) diberikan kepada bank yang responsif dalam menurunkan bunga kredit baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *