Wamenkeu pastikan RI jaga defisit 3 persen di tengah tekanan global
Wamenkeu pastikan RI jaga defisit 3 persen di tengah tekanan global
Defisit APBN tetap stabil di bawah 3% meski hadapi tantangan eksternal
Di Jakarta, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengklaim bahwa pemerintah Indonesia mampu mempertahankan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3% meski menghadapi tekanan dari luar negeri. Menurutnya, angka defisit fiskal saat ini masih dalam batas yang terkendali.
Dalam acara Fitch Ratings Annual Indonesia Conference, Juda menyampaikan bahwa perhitungan pemerintah menunjukkan, bahkan dalam skenario paling buruk dengan harga minyak mentah mencapai sekitar 100 dolar AS per barel tahun ini, defisit tetap bisa dijaga di kisaran 2,9%. “Dengan langkah-langkah yang diterapkan, kita bisa menjaga angka tersebut,” ujarnya.
“Konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah telah mengirimkan guncangan ke pasar energi global. Harga minyak melonjak, inflasi global meningkat, terutama pada sektor-sektor penting seperti pangan dan energi, serta sentimen investor turut berubah,” kata Juda.
Ia menambahkan bahwa rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) saat ini masih berada di sekitar 79 dolar AS per barel. Meski demikian, gejolak geopolitik global terus memberikan tekanan terhadap perekonomian domestik, khususnya melalui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu ketegangan di wilayah tersebut.
Wamenkeu juga mengingatkan bahwa setiap kenaikan harga minyak memiliki dampak langsung pada defisit anggaran. Berdasarkan perhitungan pemerintah, naiknya 1 dolar AS harga minyak akan menambah sekitar Rp6,8 triliun terhadap defisit fiskal. Dinamika ini turut memengaruhi pasar keuangan global dan berdampak pada Indonesia.