New Policy: 77 anak telantar di Jakarta lanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat
77 Anak Telantar di Jakarta Lanjutkan Pendidikan di Sekolah Rakyat
Jakarta – Kementerian Sosial menggagas program Sekolah Rakyat untuk menerima 77 anak jalanan serta siswa yang tidak melanjutkan pendidikan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Program ini dijelaskan Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebagai upaya Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi keluarga kurang mampu. “Kami ingin menunjukkan perhatian khusus kepada keluarga yang tidak mampu agar mereka dapat merasakan manfaat pendidikan dengan lingkungan yang layak,” ujarnya dalam dialog bersama calon siswa dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di kompleks Kantor LAN Jakarta, Rabu.
Seleksi Berdasarkan Data Sosial Ekonomi
Para calon siswa yang terpilih memiliki riwayat pendidikan yang beragam, mulai dari putus sekolah dasar, selesai SMP tetapi tidak melanjutkan ke SMA, hingga siswa yang meninggalkan jenjang SMA. “Beberapa hanya lulus kelas 5 SD, ada juga yang putus di kelas 1 SMP. Mereka didampingi oleh orang tua atau pendamping bagi anak yang yatim piatu,” tambahnya. Proses pemilihan dilakukan dengan menggabungkan data langsung di lapangan dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Mayoritas dari mereka adalah anak usia sekolah yang sehari-harinya bekerja atau mengemis.
Model Pengentasan Kemiskinan
Sekolah Rakyat dianggap sebagai salah satu inisiatif utama Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak dari keluarga berada di Desil 1-4. Program ini disusun sebagai model pengentasan kemiskinan yang terpadu, karena menggabungkan berbagai kebijakan seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah untuk keluarga siswa.
Penyelesaian dan Target Masa Depan
Saat ini, Kementerian Sosial telah mengoperasikan 166 Sekolah Rakyat Rintisan yang tersebar di 38 provinsi, dengan total kapasitas 15.900 siswa. Dukungan diberikan oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di tingkat SD, SMP, dan SMA. Selain itu, pemerintah juga membangun 101 Sekolah Rakyat permanen pada tahun ini. Proyek tersebut menjadi bagian dari rencana besar membangun 500 Sekolah Rakyat permanen hingga 2029.
“Pak Presiden mengajak kita untuk jujur bahwa masih ada saudara kita yang belum bisa sekolah. Mari kita sambut kejujuran ini dengan semangat mensukseskan Sekolah Rakyat agar lulusannya nanti menjadi pemimpin di masa depan,” kata Saifullah Yusuf.