Visit Agenda: Museum Nasional gelar pameran lampu dan pameran numismatik

Museum Nasional Indonesia Hadirkan Dua Pameran Spesial

Jakarta – Museum Nasional Indonesia di Jakarta Pusat meluncurkan dua pameran khusus dalam rangkaian perayaan ulang tahun ke-248. Kedua eksibisi ini menawarkan pengalaman yang berbeda, dengan fokus pada peralatan cahaya dan sejarah mata uang. Pameran lampu bertajuk “Pendar: Kilas Terang Meretas Bayang” serta pameran numismatik, yang memaparkan perjalanan uang di Indonesia, menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Eksplorasi Perkembangan Lampu Sejak Abad ke-9

“Pendar: Kilas Terang Meretas Bayang” dimulai pada Jumat lalu, menampilkan berbagai koleksi lampu dari masa lalu. Koleksi tersebut mencakup peralatan cahaya yang berasal dari abad ke-9 Masehi, yang menunjukkan evolusi teknologi dan budaya masyarakat pada masa itu. Lampu-lampu yang dipamerkan juga menggambarkan kondisi sosial, praktik keagamaan, serta gaya hidup sehari-hari yang berlaku di masa lalu.

Pameran Mata Uang: Narasi Sejarah dan Identitas

Di sisi lain, pameran numismatik memperlihatkan sejarah mata uang di Indonesia, mulai dari masa Hindu-Buddha hingga periode kemerdekaan. Koleksi yang ditampilkan mencakup koin gobog wayang, Syailendra setengah potong emas, mohur, kasha Banten beraksara Arab, serta doit. Pameran ini memposisikan uang sebagai alat tukar sekaligus simbol nilai, kekuasaan, dan identitas bangsa.

Museum Nasional Indonesia membuka ruang pameran di lantai 2 Gedung A pada jam 08.00 hingga 18.00 WIB untuk hari Senin hingga Kamis. Pada Jumat dan Minggu, jam operasional diperpanjang hingga 20.00 WIB. Pengunjung bisa masuk dengan tiket reguler, tetapi jumlah peserta per sesi dibatasi maksimal 30 orang selama 30 menit.

“Kedua pameran ini bertujuan menjadikan koleksi museum sebagai cerita yang dinamis, bukan sekadar objek dipajang,” tutur Kepala Museum dan Cagar Budaya Esti Nurjadin. Menurutnya, museum bukan hanya tempat menyimpan benda sejarah, tetapi juga wadah untuk memahami perjalanan, nilai, dan identitas bangsa. “Dengan pendekatan ini, diharapkan museum bisa lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *