Latest Program: Menteri PPN dorong promosi kopi Bengkulu agar tembus pasar global
Menteri PPN dorong promosi kopi Bengkulu agar tembus pasar global
Jumat, seorang menteri mengungkapkan dukungan untuk meningkatkan promosi kopi Bengkulu guna menghadirkan produk tersebut ke tingkat dunia. Ia menekankan bahwa kualitas kopi dari provinsi ini sudah mengesankan, namun perlu intensifikasi strategi pemasaran dan penguatan merek. “Kopi Bengkulu memiliki kualitas yang menjanjikan dan kompetitif,” ujar menteri tersebut, sambil menambahkan bahwa akses pasar dan kebijakan promosi harus diperkuat agar produk bisa dikenal secara lebih luas.
Strategi Pemasaran yang Perlu Ditingkatkan
Menurut menteri, potensi kopi Bengkulu yang besar belum sepenuhnya dimanfaatkan karena kurang optimalnya pendekatan pemasaran dan hilirisasi. Ia menyarankan adanya langkah konkret untuk meningkatkan daya saing kopi, termasuk pembentukan pusat pengembangan terpadu yang mampu mengintegrasikan seluruh rantai produksi, dari petani hingga industri pengolahan. “Kami ingin menciptakan ekosistem kopi yang lebih terarah dan berkelanjutan,” tuturnya.
Komitmen Pemerintah Daerah
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya memperkuat kopi sebagai komoditas utama. “Kopi menjadi salah satu sektor andalan Bengkulu,” katanya, menambahkan bahwa pihaknya akan fokus pada peningkatan kualitas dan produktivitas, serta memperluas jaringan distribusi.
Pelaku Usaha Harus Bersinergi
Sementara itu, pelaku usaha lokal, Abdul Khafi S., mengatakan kualitas kopi Bengkulu sudah cukup baik, namun masih membutuhkan dukungan lebih kuat dalam promosi dan pengembangan. “Peningkatan pemasaran bisa menjadi kunci untuk menambah nilai produk,” ujarnya. Dukungan ini diperlukan agar kopi dapat bersaing di pasar internasional.
Produksi dan Kontribusi Nasional
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, luas areal penghasil kopi di Bengkulu mencapai sekitar 90 ribu hektare dengan produksi berkisar 50–55 ribu ton per tahun. Provinsi ini juga termasuk lima besar produsen kopi nasional, dengan kontribusi lebih dari 7 persen terhadap total produksi Indonesia. Produksi dominan terdiri dari jenis robusta yang tersebar di Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong, serta menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
Untuk memperkuat posisi Bengkulu di kancah global, penguatan promosi, hilirisasi, serta pembentukan pusat pengembangan kopi terpadu diharapkan dapat menjadikan provinsi ini sebagai salah satu sentra kopi unggulan nasional maupun internasional.