Historic Moment: Menhaj: Petugas haji mesti kedepankan semangat melayani

Menhaj: Petugas Haji Mesti Kedepankan Semangat Melayani

Kamis, Jakarta – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan seluruh petugas haji agar selalu menjaga sikap pelayanan kepada jamaah calon haji, bukan mencari keuntungan pribadi. Dalam acara peluncuran 200-an petugas haji yang bertugas di Makkah, Ia menekankan bahwa tugas mereka tidak hanya sekadar administratif, tetapi juga mewakili nilai-nilai kejujuran dan representasi Indonesia di tengah keramaian global.

“Berikan pelayanan terbaik kepada jamaah, bukan mencari kenyamanan pribadi. Petugas haji harus hadir dengan semangat melayani, bukan dilayani. Ini yang harus terus diingat dalam setiap tugas,” ujar Irfan Yusuf.

Kota Makkah menjadi pusat berkumpulnya jamaah dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, tugas petugas haji disebut sebagai amanah yang besar, yang menuntut tanggung jawab moral dan kepekaan terhadap kebutuhan jamaah.

Ia juga menyoroti pentingnya etika dalam berinteraksi dengan jamaah. Petugas diminta bersikap ramah, sabar, dan penuh empati, terutama terhadap calon haji yang berasal dari latar belakang beragam, baik usia, pendidikan, maupun pengalaman.

“Jangan sampai ada ucapan atau sikap yang melukai perasaan jamaah. Mungkin mereka tidak menyampaikan keluhan, tetapi kita harus peka terhadap kebutuhan mereka,” kata dia.

Perhatian khusus harus diberikan kepada calon haji lanjut usia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya. Pelayanan kepada mereka, menurut Irfan Yusuf, tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas khusus, tetapi juga seluruh anggota tim.

Di sisi lain, ia meminta petugas haji menjaga integritas selama menjalankan tugas. Hal ini meliputi kejujuran, disiplin, serta menghindari kepentingan pribadi yang bisa mengganggu kinerja mereka di Arab Saudi.

“Jaga kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab moral. Sesuaikan perilaku dengan situasi di sana, termasuk dalam hal kebiasaan sehari-hari,” katanya.

Ukuran keberhasilan petugas haji, menurut Irfan Yusuf, ditentukan oleh seberapa besar manfaat yang dirasakan jamaah. “Ukuran keberhasilan bukan pada ringannya tugas, tetapi pada seberapa banyak calon haji merasa terbantu, terlindungi, dan terlayani dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah telah mengirimkan petugas haji untuk daerah kerja Madinah dan Bandara beberapa hari lalu. Mereka akan menemani jamaah gelombang pertama yang tiba di Madinah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *