Kemenkes-Tokushukai jadikan RS Harapan Kita pusat pendidikan jantung
Kemenkes dan Tokushukai Medical Group Kolaborasi di RS Harapan Kita
Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Tokushukai Medical Group dari Jepang mengubah Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita menjadi pusat pendidikan dan riset jantung terdepan di Asia. Upaya ini bertujuan meningkatkan kapasitas layanan kesehatan kardiovaskular untuk masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat kompetensi tenaga medis melalui transfer pengetahuan dan pengalaman.
“Kerja sama ini telah melibatkan pertukaran dokter dan pengetahuan selama ini, sekarang fokusnya lebih pada pengembangan sumber daya. Bukan hanya jumlah tenaga medis yang bertambah, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan mereka meningkat secara signifikan,” jelas Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Kemenkes optimis kerja sama kuat antara kedua pihak akan memperkuat jaminan kesehatan jantung. Setiap tahun, biaya penyakit jantung mencapai minimal Rp17 triliun dalam anggaran BPJS Kesehatan, menjadikan masalah ini sebagai beban terbesar bagi sistem kesehatan nasional.
Pengembangan Infrastruktur dan Layanan
Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, Iwan Dakota, menyatakan pembangunan gedung baru akan meningkatkan kapasitas rumah sakit dari sekitar 400 tempat tidur menjadi 800 tempat tidur. “Beberapa fasilitas akan dioperasikan sebagai bangsal privat dengan standar layanan tinggi, agar pasien Indonesia tidak perlu mencari pengobatan di luar negeri,” ujarnya.
“Selain itu, gedung ini juga akan digunakan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, bekerja sama dengan Jepang serta negara-negara lain,” tambah Iwan.
Pembangunan ini tetap menjaga layanan BPJS Kesehatan dengan proporsi sekitar 70–80 persen. Bagian lantai atas akan terbuka untuk layanan premium, menarik pasien yang biasanya berobat ke luar negeri. Dokter spesialis dari Jepang dan negara lain juga akan aktif mengajar di RS baru tersebut.
Program Magang dan Riset
Kolaborasi mencakup pengiriman dokter dari Tokushukai Group setiap tahun, serta magang perawat di RSJPD Harapan Kita. “Mereka memilih magang di sini karena tingkat kasus yang tinggi, sehingga bisa mendapatkan pengalaman praktis yang berharga,” katanya.
“Masa depannya, kami akan fokus meningkatkan kualitas riset selain kapasitas pendidikan. Jumlah dan mutu penelitian akan ditingkatkan secara terus menerus,” ujar Iwan.
CEO Tokushukai Medical Group, Shinichi Higashiue, menegaskan target mereka adalah menjadikan RS Harapan Kita sebagai pusat pelatihan jantung terbesar di Asia. “Gedung ini akan menawarkan layanan kardiovaskular yang canggih, serta mendorong pertumbuhan keahlian di bidang ini,” tegasnya.