Key Strategy: Ahli perkenalkan konsep DSS generasi baru berbasis kecerdasan buatan
Ahli Perkenalkan Konsep DSS Generasi Baru Berbasis Kecerdasan Buatan
Dari Jakarta, seorang ahli informatika bernama Prof. Tuga Mauritsius mengungkapkan konsep Decision Support System (DSS) generasi baru yang mengandalkan kecerdasan buatan. Tujuannya adalah mengatasi ketidakseimbangan antara pemahaman data dan pengambilan kebijakan strategis dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Menurut Tuga, banyak lembaga sering merasa bingung meskipun telah mendapatkan prediksi yang akurat tinggi dari teknologi kecerdasan buatan. Hal ini disebabkan oleh kelemahan DSS tradisional yang lebih bersifat reaktif dan hanya fokus pada analisis deskriptif, sehingga kurang mampu mengarahkan organisasi ke keputusan optimal.
“Pendekatan DSS konvensional dinilai masih bersifat reaktif dan terbatas pada analisis deskriptif, tanpa mampu secara sistematis mengarahkan keputusan yang optimal dan berdampak,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Untuk itu, ia memperkenalkan DSS Generasi Baru yang menggabungkan tiga elemen utama: analisis prediktif melalui machine learning, evaluasi skenario, serta dinamika sistem untuk mensimulasikan dampak kebijakan dalam sistem kompleks. Integrasi ketiga komponen ini, kata Tuga, akan meningkatkan kualitas analisis secara signifikan serta memperkuat kemampuan pengambil keputusan dalam memahami konsekuensi jangka panjang.
Sistem ini dirancang untuk tidak hanya menjawab pertanyaan tentang masa depan, tetapi juga memberikan rekomendasi strategis mengenai tindakan yang sebaiknya diambil. Transformasi ini menandai pergeseran dari pendekatan dukungan keputusan biasa menuju kecerdasan keputusan atau decision intelligence yang memerlukan kerja sama antara data engineer, data scientist, dan pemangku kebijakan.
“Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga mengintegrasikan berbagai disiplin keilmuan serta kolaborasi lintas peran, mulai dari data engineer, data scientist, hingga pengambil kebijakan,” ujar Tuga.
Lebih lanjut, Tuga menjelaskan bahwa konsep ini telah memperkuat posisinya sebagai Guru Besar Tetap di bidang DSS. Ia memberikan orasi ilmiah berjudul “A New Generation of Decision Support System: Integrating Machine Learning, Scenario Analysis, and System Dynamics”.
Rektor Binus University, Dr. Nelly, menyatakan pengukuhan ini mencerminkan komitmen institusi dalam membentuk ekosistem akademik yang berdampak. “Pengukuhan Guru Besar bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga menunjukkan komitmen universitas dalam mendorong pemikiran strategis yang mampu menjawab tantangan global,” tutur Nelly.