Key Strategy: Kemendikdasmen latih guru di 25 provinsi perkuat pendidikan inklusif
Kemendikdasmen latih guru di 25 provinsi perkuat pendidikan inklusif
Jakarta – Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaksanakan program pelatihan untuk memperkuat pendidikan inklusif, dengan fokus pada pelatihan ribuan pendidik yang menemani siswa berkebutuhan khusus di 25 provinsi.
Abdul Mu’ti, Mendikdasmen, menyatakan bahwa program pelatihan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan akan pendidik berpengalaman yang mampu mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Ia meluncurkan program tersebut di SMPN 16 Jakarta pada Senin.
Kemendikdasmen mengungkapkan bahwa upaya untuk menyiapkan pendidik profesional menjadi prioritas utama dalam mewujudkan pendidikan inklusif di seluruh negeri. “Ini adalah program untuk para guru pendamping tingkat mahir yang nantinya akan terus diimplementasikan, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus dapat menikmati layanan pendidikan inklusif baik di sekolah inklusi maupun di lembaga pendidikan luar biasa,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti mengharapkan adanya pengembangan layanan pendidikan inklusif berbasis masyarakat. Ia menyebutkan bahwa program ini telah dijalankan di beberapa daerah dengan hasil yang memuaskan.
Saat ini, program pelatihan 2026 tersebut telah mencapai 60% dari kuota 1.500 guru yang ditargetkan. Pihak Kemendikdasmen berencana memperluas program ini dengan target rasio guru pendamping khusus mencapai 1:15 per sekolah inklusi.
Akselerasi layanan pendidikan inklusif
Himmatul Aliyah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, memberikan apresiasi atas inisiatif Kemendikdasmen. Ia menilai program ini menjadi langkah awal penting untuk memperbaiki akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk fasilitas seperti jalur untuk tunanetra dan rampa untuk kursi roda.
“Program ini diharapkan dapat mengatasi kekurangan yang ada secara bertahap, meskipun tidak semua kebutuhan bisa terpenuhi sekaligus. Namun, ini adalah langkah luar biasa yang signifikan,” kata Himmatul Aliyah.