Key Strategy: Tinjau UTBK-SNBT, Mendiktisaintek ingatkan hindari modus kecurangan
Tinjau UTBK-SNBT, Mendiktisaintek Ingatkan Peserta untuk Hindari Kecurangan
Dari Jakarta, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memberikan peringatan kepada seluruh peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) agar waspada terhadap berbagai cara kecurangan yang mungkin terjadi. Pernyataan ini disampaikan saat ia melakukan inspeksi langsung pelaksanaan ujian di Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, pada Jumat (24/4).
Integritas Proses SNBT Ditekankan
Mendiktisaintek menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga kredibilitas seluruh tahapan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Ia menjelaskan bahwa penerapan aturan ketat sangat penting untuk menjaga keadilan antar peserta. “Modus kecurangan apa pun pasti akan terdeteksi oleh panitia. Setiap tindakan melanggar aturan akan diproses sesuai hukum,” ujarnya dalam keterangan resmi.
“Adik-adik calon mahasiswa, silahkan mengikuti ujian dengan baik. Percayalah pada kemampuan diri sendiri,” tambah Brian Yuliarto.
Pada hari keempat pelaksanaan UTBK di Untan, ujian berjalan lancar berkat pengawasan yang lebih ketat. “Alhamdulillah, hari ini sudah sangat mulus dibanding hari pertama. Panitia telah mengantisipasi potensi kecurangan sejak awal,” katanya.
Pengelolaan Sampah dan Kewirausahaan Dibahas
Setelah meninjau ujian, Mendiktisaintek juga mengunjungi program pengelolaan sampah dan Asrama Berdampak di kampus Untan. Ia memberikan apresiasi terhadap upaya kampus dalam mengembangkan sistem pengurusan sampah terpadu serta mendorong kewirausahaan mahasiswa.
“Program ini menunjukkan bahwa Untan tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga membentuk keterampilan praktis mahasiswa, terutama dalam bidang ekonomi mandiri dan kewirausahaan,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Mendiktisaintek juga mengamati perkebunan melon dan peternakan ayam di kampus. “Laporan menunjukkan keuntungan yang cukup signifikan. Kami berharap program ini terus dikembangkan untuk mendukung solusi pangan swasembada,” tutur mantan rektor itu.