Latest Program: Petugas haji harus hadirkan rasa tenang bagi jamaah setiba di bandara

Petugas Haji Wajib Menciptakan Suasana Tenang bagi Jamaah yang Tiba di Bandara

Jakarta – Dalam upaya memastikan pengalaman yang baik bagi jamaah calon haji Indonesia yang baru tiba di tanah suci, petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengingatkan pentingnya kinerja yang tenang dan ramah dari petugas di Daerah Kerja (Daker) Bandara. Kepala Daker Bandara Abdul Basyir mengatakan, kehadiran petugas dari Indonesia menjadi faktor kunci dalam membentuk kesan pertama yang positif bagi jamaah.

Kesiapan Petugas Sebelum Jamaah Tiba

Basyir menekankan bahwa seluruh petugas, baik dari PPIH Arab Saudi maupun pendukung seperti mahasiswa dan mukimin, harus memahami tugas dan fungsi masing-masing sebelum jam tiba. Pemahaman ini, menurutnya, diperlukan agar mereka bisa beradaptasi dengan situasi nyata di lapangan dan menjalankan fungsi dengan lebih efektif.

“Petugas bandara harus memberikan kesan pertama terbaik, melayani dengan ramah sehingga jamaah merasa tenang karena melihat kehadiran petugas dari Indonesia,” ujar Basyir dalam pernyataannya di Jakarta, Senin.

Penerapan Kebijakan di Area Terbatas

Menurut Basyir, kepatuhan terhadap aturan di area bandara Arab Saudi sangat penting. Sebagai kawasan terbatas, pengunjung harus mengikuti protokol yang berlaku, termasuk menghindari aktivitas seperti pengambilan foto di zona tertentu. “Prinsipnya adalah patuh pada aturan setempat. Hal-hal yang dilarang, seperti pengambilan foto di area tertentu, sebaiknya tidak dilakukan,” tambahnya.

Respons Cepat terhadap Jamaah yang Tidak Sehat

Ia juga mengingatkan bahwa kecepatan respons petugas dalam melayani jamaah sangat kritis, terutama bagi mereka yang lelah setelah perjalanan jauh. “Jika jamaah dalam kondisi lelah, segera difasilitasi untuk beristirahat agar tidak mengganggu kondisi fisiknya,” jelas Basyir.

Masa Kritis Penyelenggaraan Ibadah Haji

Basyir menyoroti tiga hari pertama setelah jamaah tiba sebagai periode yang sangat kritis dalam pengelolaan layanan haji. “Tiga hari pertama merupakan masa krusial. Jika dapat dilalui dengan baik, selanjutnya petugas akan lebih mudah menyesuaikan tugas,” kata dia.

Kerja Sama dan Kesiapan Jamaah

Di sisi lain, Basyir mengingatkan personel untuk tetap kompak dan bekerja dalam satu komando. Koordinasi rutin diharapkan agar proses pelayanan berjalan lancar. Sementara itu, jamaah calon haji diimbau memastikan persiapan diri sudah matang, termasuk menjaga kesehatan dan menyiapkan barang pribadi. “Pastikan persiapan sudah lengkap, terutama kondisi fisik. Obat-obatan dan vitamin yang diperlukan agar disiapkan, serta tidak membawa barang terlarang yang dapat mengganggu proses di bandara,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *