Main Agenda: Pemprov NTT-Kemendagri sinkronkan kebijakan penguatan layanan daerah
NTT Pemerintah Daerah dan Kemendagri Jalin Kemitraan untuk Percepatan Pelayanan Publik
Pada Selasa lalu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menyetujui sejumlah kebijakan strategis. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), memperkuat layanan kesehatan, serta memudahkan akses layanan publik bagi masyarakat.
Kebijakan Strategis untuk Kesejahteraan Masyarakat
Johni menjelaskan bahwa diskusi dengan Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir mencakup berbagai langkah yang diharapkan bisa memberikan dampak langsung bagi warga NTT. Ia menekankan bahwa perubahan tersebut bertujuan agar masyarakat merasakan peningkatan kualitas layanan, akses yang lebih cepat, dan keadilan dalam pelayanan.
“Setiap peningkatan PAD harus kembali ke masyarakat dalam bentuk layanan yang lebih baik dan pembangunan yang merata,” ujarnya.
Transformasi Bank Pembangunan Daerah
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah percepatan proses perubahan status Bank Pembangunan Daerah NTT menjadi Perseroda. Langkah ini diharapkan bisa memberikan akses pembiayaan yang lebih luas bagi usaha kecil, petani, serta pengusaha lokal.
Perbaikan Regulasi dan Sistem Pelayanan
Menurut Johni, penguatan sektor pembiayaan daerah akan memperkuat kemandirian usaha masyarakat. Selain itu, peningkatan regulasi pajak dan retribusi juga menjadi fokus untuk menaikkan PAD, yang nantinya digunakan membiayai layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Optimalisasi layanan Samsat, termasuk penertiban kendaraan dengan pelat luar daerah, dianggap sebagai bagian dari upaya meningkatkan keadilan fiskal dan kapasitas keuangan daerah. Di bidang kesehatan, pemerintah menyoroti perlu penguatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rumah sakit agar pelayanan lebih cepat, tenaga medis lebih memadai, serta fasilitas kesehatan yang lebih berkualitas.
“Dengan sistem yang lebih fleksibel, rumah sakit akan lebih responsif memberikan layanan kesehatan,” katanya.
Reformasi Birokrasi dan Langkah Nyata
Pemerintah daerah juga menargetkan penyederhanaan struktur organisasi dan penataan jabatan untuk menjadikan pelayanan publik lebih efisien. Sebagai tindak lanjut, NTT telah menyusun beberapa strategi, seperti percepatan penyelesaian regulasi, peningkatan kapasitas rumah sakit, serta optimalisasi aset daerah.
Johni menambahkan bahwa timnya bergerak cepat untuk mewujudkan hasil-hasil tersebut. Ia menyatakan bahwa target utama adalah agar masyarakat NTT dapat merasakan perubahan nyata dalam kualitas pelayanan dan kesejahteraan.