Main Agenda: Perhumas terapkan standar internasional untuk kompetensi kehumasan
Perhumas terapkan standar internasional untuk kompetensi kehumasan
Banjarmasin – Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) bekerja sama dengan Global Alliance for Public Relations and Communication Management di Zürich, Swiss, menerapkan standar internasional dalam memperkuat kompetensi bidang kehumasan.
“Kami merujuk pada asosiasi PR global ini untuk memberikan akreditasi standar kehumasan,” ujar Ketua Umum Perhumas Boy Kelana Soebroto di Banjarmasin, Sabtu.
Kolaborasi internasional tersebut dianggap penting untuk menjaga kualitas pengelolaan kompetensi kehumasan yang dikeluarkan Perhumas. Boy menegaskan bahwa standar ini juga berlaku secara merata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil dan kota besar.
“Tidak ada perbedaan kualitas antara Jakarta dan Kalimantan, itulah semangat kami,” tuturnya.
Seminar Komunikasi & Kehumasan: Banjarmasin untuk Indonesia
Pada acara Seminar Komunikasi & Kehumasan bertajuk “Banjarmasin untuk Indonesia: Kolaborasi Strategis Humas di Era Digital dan Keberlanjutan” di Gedung Handil Bakti, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska), Boy Kelana hadir sebagai pembicara. Seminar ini diisi oleh narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, serta organisasi profesi, termasuk Dr Novaria Maulina yang membahas peningkatan kompetensi humas dan Dr Dian Agustine Nuriman yang menyampaikan materi tentang gerakan komunikasi positif melalui #IndonesiaBicaraBaik.
Dalam rangkaian acara, Boy Kelana Soebroto melantik Bangkit Pratama sebagai Ketua BPC Perhumas Banjarmasin bersama pengurus lainnya. Kehadiran Banjarmasin sebagai cabang pertama di pulau Kalimantan diharapkan dapat mendorong peningkatan kompetensi kehumasan di daerah-daerah lain. Program yang dijalankan Perhumas juga mengajak semua pihak, baik lembaga pemerintah, swasta, atau BUMN, untuk berpartisipasi dalam pengembangan profesionalisme di bidang komunikasi.