New Policy: Wakil MPR RI ajak mahasiswa tangkap peluang di tengah disrupsi global

Wakil MPR RI ajak mahasiswa tangkap peluang di tengah disrupsi global

Kuliah Umum untuk Mahasiswa Unpatti

Ambon – Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI, mengajak generasi muda Maluku untuk memanfaatkan peluang di tengah transformasi global yang semakin pesat, khususnya dalam perubahan dunia kerja dan dinamika global yang memengaruhi berbagai bidang kehidupan. Dalam pidato yang disampaikan kepada para wisudawan Universitas Pattimura (Unpatti) di Ambon, Kamis, Eddy menyoroti bahwa perubahan dunia kerja saat ini terjadi dengan kecepatan luar biasa, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi faktor utama bagi keberhasilan para lulusan perguruan tinggi.

“Disrupsi global yang sedang kita hadapi mempercepat perubahan di berbagai sektor, termasuk lapangan pekerjaan. Karena itu, adaptasi terhadap kondisi ini menjadi kunci bagi pencapaian seorang sarjana,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI), telah meningkatkan produktivitas, tetapi juga menggeser jenis pekerjaan tertentu. Selain itu, pandemi COVID-19 dan pergeseran geopolitik global berkontribusi mempercepat perubahan yang memengaruhi stabilitas ekonomi serta rantai pasok dunia. Pada sisi lain, Eddy menegaskan bahwa di tengah situasi yang dinamis, para sarjana kini memiliki banyak peluang untuk berkembang setelah menyelesaikan studi.

“Profesi tidak lagi terbatas pada bidang tertentu, seperti dokter, TNI, Polri, atau pilot. Dewasa ini muncul banyak profesi baru yang menjanjikan, seperti influencer, spesialis media sosial, blogger, dan berbagai peluang di bidang digital. Ini adalah masa yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh lulusan Unpatti,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Eddy juga mengingatkan tentang ketergantungan energi nasional Indonesia di tengah ketidakstabilan global, terutama akibat konflik di Timur Tengah yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz. Menurutnya, ketergantungan pada bahan bakar fosil dan impor minyak mentah membuat Indonesia rentan terhadap gejolak internasional, sehingga diperlukan strategi yang lebih kuat untuk meningkatkan ketahanan energi.

“Melalui momentum ini, kita juga bisa mempercepat transisi energi, khususnya di bidang ketenagalistrikan, dengan mengembangkan elektrifikasi, bioenergi, hidrogen, hingga energi nuklir sebagai alternatif,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *