Special Plan: Mensos tegaskan program Sekolah Rakyat sasar keluarga miskin
Mensos Tegaskan Sekolah Rakyat Difokuskan pada Keluarga Miskin
Majalengka – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat, termasuk di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ditujukan khusus kepada keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan sebagai bagian dari upaya memperkuat penanggulangan kemiskinan secara komprehensif.
Dalam wawancara usai kegiatan di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Majalengka, Jumat, Mensos mengatakan bahwa Sekolah Rakyat dirancang untuk melayani keluarga paling rentan secara ekonomi. “Kita memastikan yang berhak mendapatkan kesempatan belajar di sini adalah keluarga yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
“Program ini adalah tindak lanjut dari kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto, yang menggabungkan akses pendidikan dengan pemberdayaan ekonomi keluarga,” tambah Mensos.
Menurut Mensos, Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan bagi anak-anak, tetapi juga memberikan layanan sosial kepada orang tua. Intervensi tersebut mencakup perbaikan kondisi rumah layak huni, pemberian Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta pelatihan keterampilan. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian keluarga penerima manfaat (KPM) dan memperbaiki kualitas hidup mereka.
Secara nasional, jumlah peserta Sekolah Rakyat pada tahun ini mencapai hampir 16.000 siswa. “Tahun 2026, kami berencana menambah 30.000 peserta, sehingga total siswa akan mencapai 45.000 lebih,” jelas dia.
Di Majalengka, program ini telah dimulai melalui Sekolah Rakyat rintisan yang menggunakan gedung sementara. “Dengan tanah yang sudah siap, tahun ini kita akan membangun gedung permanen dengan kapasitas 1.000 siswa,” kata Mensos.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan seleksi peserta agar program ini tepat sasaran. “Kita ingin masyarakat ikut mengawasi proses penerimaan, karena seleksi dimulai tahun ini dan pasti dilakukan secara transparan,” tutur dia.
Dengan pendekatan yang holistik, pemerintah berharap Sekolah Rakyat menjadi solusi berkelanjutan untuk keluarga miskin, sekaligus memperkuat peran pendidikan dalam pengentasan kemiskinan.