GWM tambah produksi Tank 300 PHEV saat harga BBM naik di Australia
GWM tambah produksi Tank 300 PHEV saat harga BBM naik di Australia
Di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Australia, perusahaan otomotif asal Tiongkok, GWM, dilaporkan meningkatkan produksi varian plug-in hybrid (PHEV) dari model Tank 300. Hal ini terjadi karena minat konsumen terhadap mesin diesel mengalami penurunan signifikan.
Menurut laporan dari Drive, Rabu waktu setempat, GWM sebelumnya memperkirakan bahwa penjualan model PHEV hanya akan menyumbang sekitar 30 persen dari total unit yang dijual. Namun, kini perusahaan memperkirakan permintaan terhadap versi PHEV akan meningkat hingga seimbang dengan model bensin dan diesel.
Motif perubahan strategi
Kenaikan harga BBM yang terjadi akibat ketegangan geopolitik global mendorong konsumen beralih ke kendaraan yang lebih hemat bahan bakar. GWM mengambil langkah cepat untuk menyesuaikan produksi dengan preferensi pasar yang berubah.
“Harga bahan bakar naik tajam, dan saat ini harga diesel lebih mahal 1 dolar dibanding bensin. Saya yakin, Tank 300 PHEV akan membantu pelanggan mengurangi beban biaya bahan bakar, sambil tetap memudahkan aktivitas luar ruangan,” ungkap Andrew Gao, Direktur Pelaksana GWM Australia dan Selandia Baru.
Dalam satu bulan terakhir, GWM meminta pabrik untuk meningkatkan produksi model Tank 300 PHEV secara sementara. “Kami berharap volume penjualan dua kali lipat dari estimasi awal untuk Tank 300 PHEV,” tambah Gao.
“Pesanan untuk mobil hybrid ini sangat tinggi, bahkan melebihi proyeksi sebelumnya. Kami berupaya memenuhi permintaan yang meningkat,” kata Gao.
Sejak 2022, versi hybrid dari Tank 300 secara perlahan digantikan oleh versi PHEV. Perusahaan mengikuti tren konsumen yang lebih memilih kendaraan berbahan bakar lebih efisien di tengah situasi harga bahan bakar yang terus melambung.