Latest Program: Jaringan pengisian daya EV di China kian meluas
Jaringan Pengisian Daya EV di Tiongkok Terus Mengembang
Pembangunan jaringan pengisian kendaraan listrik (EV) di Tiongkok mengalami pertumbuhan pesat, seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan energi baru (NEV) dan komitmen pemerintah terhadap transisi menuju energi bersih. Jaringan pengisian daya nasional Tiongkok mencatatkan ekspansi besar, dengan jumlah konektor mencapai 20,7 juta per akhir Januari 2026. Data resmi menunjukkan kenaikan hampir 50% dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan Fasilitas Pengisian di Berbagai Wilayah
Dari total konektor tersebut, sekitar 4,8 juta berupa fasilitas umum, sementara 15,9 juta lainnya merupakan fasilitas pribadi. Kedua angka ini mengalami peningkatan masing-masing 31,2% dan 56,1% secara tahunan, menurut laporan dari Administrasi Energi Nasional Tiongkok. Zhang Xing, pejabat dari NEA Tiongkok, dalam konferensi pers menyatakan bahwa pertumbuhan jaringan pengisian daya selaras dengan meningkatnya popularitas NEV di masyarakat.
“Jaringan pengisian daya EV merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat kepercayaan konsumen dan mempercepat transisi energi bersih di sektor transportasi,” ujar Wang Hongzhi, kepala NEA Tiongkok.
Peningkatan infrastruktur ini juga mencakup jaringan jalan tol nasional, yang memperluas akses bagi pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan perjalanan jarak jauh. Pemerintah Tiongkok telah meluncurkan Rencana Aksi Infrastruktur Pengisian EV 2025-2027, dengan target mencapai 28 juta fasilitas pengisian dan kapasitas daya publik melebihi 300 juta kilowatt per akhir 2027.
Percepatan Infrastruktur di Indonesia
Sementara itu, di Indonesia, pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga memperlihatkan peningkatan signifikan. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah SPKLU meningkat drastis dari 1.081 unit pada 2023 menjadi 3.233 unit pada 2024, atau naik 299% secara tahunan. Fasilitas home charging services (HCS) juga melonjak dari sekitar 9.393 unit menjadi 28.356 unit.
Sepanjang 2025, PLN bersama mitra operasionalnya menambahkan 4.655 SPKLU di berbagai daerah, naik sekitar 44% dibandingkan tahun sebelumnya. Jangkauan SPKLU kini mencakup 3.007 titik lokasi di seluruh Indonesia. PLN aktif mendorong kolaborasi dengan sektor swasta untuk memperluas jaringan SPKLU di luar wilayah yang dikelola perusahaan.
Dilansir dari laman resmi, PT PLN (Persero) bekerja sama dengan PT Mega Energi Biru Indonesia (MEBI) dan Huawei Digital Power Indonesia mendirikan ZORA SPKLU Signature di Scientia, Summarecon Gading Serpong, Tangerang Selatan. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa ekspansi SPKLU menjadi bagian dari upaya mempercepat ekosistem kendaraan listrik nasional.