Jepang batasi power bank di pesawat maksimal dua per orang
Jepang batasi power bank di pesawat maksimal dua per orang
Pemerintah Jepang memperkenalkan aturan baru yang membatasi jumlah power bank yang dapat dibawa ke dalam pesawat komersial. Maksimal dua unit per penumpang diperbolehkan, sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kebakaran atau asap akibat baterai. Kebijakan ini mulai berlaku 24 April, menurut pernyataan Menteri Transportasi Yasushi Kaneko pada Selasa (14/4).
Langkah Penegakan Aturan
Aturan ini melarang penggunaan power bank untuk mengisi perangkat selama penerbangan. Selain itu, penumpang tidak diperbolehkan mengisi daya power bank dari stopkontak di dalam pesawat. Keputusan ini sejalan dengan rekomendasi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang diterbitkan bulan lalu.
Menteri Transportasi Yasushi Kaneko mengatakan, “Aturan ini diharapkan dapat meminimalkan potensi bahaya akibat baterai litium yang digunakan dalam power bank.”
Power bank dengan kapasitas melebihi 160 watt-jam tidak diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat. Penumpang disarankan mengisi perangkat langsung dari fasilitas listrik di dalam kabin atau di bandara. Sejak Juli tahun lalu, pemerintah Jepang sudah meminta penumpang menyimpan power bank di area yang mudah dijangkau, bukan di kompartemen atas.
Selain dibatasi di dalam pesawat, power bank juga dilarang masuk ke bagasi. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan selama penerbangan, terutama setelah terjadi insiden kebakaran baterai pada beberapa kesempatan.