Kemlu: 13 WNI terdampak kebakaran Sabah dalam keadaan selamat

Kemlu: 13 WNI terdampak kebakaran Sabah dalam keadaan selamat

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkapkan bahwa 13 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terkena dampak kebakaran di Kampung Bahagia, Sandakan, Sabah, Malaysia, dalam kondisi baik. Menurut pernyataan tertulis Direktorat Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu di Jakarta, Selasa, para WNI dinyatakan dalam kondisi aman serta diungsikan bersama warga terdampak lainnya ke enam tempat penampungan darurat (PPS) yang terdapat di Batu Sapi, Sandakan.

Data awal mengenai 13 WNI tersebut didapat melalui pemeriksaan langsung di lokasi kejadian dan pengumpulan informasi yang dilakukan oleh Konsulat Jenderal RI (KJRI) Kota Kinabalu bersama pihak setempat, termasuk tokoh masyarakat. KJRI Kota Kinabalu berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pihak berwenang setempat dalam menggali informasi lebih lanjut dan menjamin perlindungan yang diperlukan bagi WNI yang terkena dampak.

Kementerian Luar Negeri RI, melalui KJRI Kota Kinabalu dan Direktorat Pelindungan WNI, terus memantau perkembangan penanganan kebakaran di wilayah tersebut. Menurut laporan Kantor Berita Bernama, lebih dari 9.000 penduduk dilaporkan terkena dampak dari kebakaran besar yang melanda kawasan permukiman terapung Kampung Bahagia, Sandakan, Sabah, Malaysia, pada dini hari 19 April waktu setempat.

Kepala Polisi Distrik Sandakan, ACP George Abd Rakman, mengungkapkan bahwa 1.000 dari 1.200 rumah di kawasan tersebut hancur dalam kebakaran. Ia menegaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan mengenai korban meninggal. “Kemungkinan cedera terjadi saat warga menyelamatkan barang-barang mereka atau membantu sesama,” ujarnya.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, telah menyampaikan kekhawatirannya terhadap insiden kebakaran dan menekankan bahwa keselamatan para korban serta distribusi bantuan harus menjadi prioritas utama di lokasi kejadian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *