Latest Program: AS khawatir dampak politik jika harga bensin di atas 3 dolar AS

AS Terpukul Jika Harga Bensin Melebihi 3 Dolar AS

Dari Washington DC, laporan Politico mengungkapkan kekhawatiran pemerintahan AS terhadap dampak politik jika harga bensin melebihi 3 dolar AS per galon. Seorang sumber yang dekat dengan Gedung Putih mengatakan, “Jika harga bensin tidak berada di bawah 3 dolar per galon, dampaknya akan terasa,” tulis Politico pada Senin. Laporan ini menyoroti perhatian para strategis dalam pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap perubahan dinamika pasar energi selama musim pemilu yang mendekat.

Penjelasan Menteri Energi

Pada hari yang sama, Trump menanggapi pernyataan Menteri Energi Chris Wright yang menyebut harga bensin di AS mungkin tidak turun hingga tahun depan. Ketika ditanya kapan harga bensin akan kembali stabil, presiden menjawab bahwa perubahan akan terjadi “segera setelah ini berakhir.”

Konflik Iran dan Dampaknya

Pada 28 Februari, AS dan Israel melakukan serangan terhadap target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah. Eskalasi konflik ini hampir menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman bahan bakar ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga.

Gencatan Senjata dan Blokade

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Meski diskusi lanjutan di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan, AS tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran. Langkah ini dilakukan meski tidak ada pengumuman tentang dimulainya kembali perang.

“Jika kita tidak melihat harga bensin 3 dolar per galon, kita akan terpukul,” kata sumber yang dekat dengan Gedung Putih, seperti dikutip Politico.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *