Topics Covered: “Kids label”, cara baru Museum Nasional kenalkan koleksi ke anak
“Kids label”, cara baru Museum Nasional kenalkan koleksi ke anak
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengalaman kunjungan bagi keluarga, Museum Nasional Indonesia meluncurkan inisiatif inovatif berupa “kids label” pada pameran numismatik yang berlangsung bersamaan dengan perayaan HUT ke-248 museum. Pendekatan ini ditujukan khusus untuk anak usia 5 hingga 12 tahun, yang menjadi pengunjung utama di akhir pekan. Tenaga Ahli Museum Nasional Indonesia tentang Kids and Family, Sabila Duhita Drijono, menjelaskan bahwa label khusus ini dirancang untuk memicu interaksi antara anak dan orang tua selama berada di museum.
Menyajikan Informasi dengan Pendekatan Interaktif
Menurut Sabila, “kids label” tidak hanya menyederhanakan data, tetapi juga mengajak anak-anak untuk berpikir dan berdiskusi. “Label ini bukan sekadar menjelaskan, tapi mendorong anak untuk menjelajahi koleksi dengan cara yang lebih hidup,” katanya dalam Media Gathering di Jakarta, Jumat. Pada pameran numismatik, label tersebut disusun dengan bahasa yang mudah dipahami serta pertanyaan untuk memicu penalaran. Contohnya, dalam koleksi uang kertas awal kemerdekaan, anak diajak membayangkan penggunaan nominal satu rupiah di masa lalu, yang kini tidak relevan untuk transaksi sehari-hari.
“Kunjungan ke museum jadi pengalaman yang hidup, bukan sekadar melihat benda,” ujar Sabila.
Memperkenalkan Konsep Ekonomi Melalui Visual
Selain memicu refleksi, label khusus ini juga membantu anak memahami konsep dasar ekonomi seperti inflasi. Sabila menambahkan, label tersebut mendorong pengamatan visual terhadap detail koleksi, seperti gambar flora, fauna, atau kegiatan masyarakat Indonesia di masa lalu. Pendekatan ini meminimalkan pengulangan informasi dari label dewasa, sebaliknya menekankan eksplorasi imajinasi. Orang tua tetap dapat mengakses label utama yang ditempatkan di dekatnya untuk memberikan penjelasan kontekstual.
Program ini masih dalam tahap uji coba dan akan diperluas ke area lain di museum. Museum juga menyediakan lembar kerja atau worksheet untuk memfasilitasi interaksi lebih aktif selama kunjungan. Pameran numismatik menjadi salah satu dari dua acara yang diluncurkan dalam rangka perayaan HUT ke-248 Museum Nasional Indonesia, yang lainnya adalah pameran “Pendar: Kilas Terang Meretas Bayang” dengan koleksi lampu dari berbagai periode sejarah.