Important Visit: Kemendagri adaptasi warisan keraton dalam sistem ketatanegaraan
Kemendagri adaptasi warisan keraton dalam sistem ketatanegaraan
Jakarta – Dalam acara pembukaan pameran lukisan Revitalisasi Keraton Nusantara di Antara Heritage Center (AHC), Jakarta, Jumat, Wahyu Chandra Kusuma, Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kemendagri, mengungkapkan bahwa sejarah kraton Nusantara tetap berperan dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan dan kebijakan negara. Nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun masih diaplikasikan hingga kini.
“Dua kitab yang merupakan warisan sejarah yang digunakan sampai dengan saat ini. Negara Kertagama, Suta Soma menjadi bagian dari penyelenggaraan ketatanegaraan,” kata Chandra.
Chandra menjelaskan bahwa konsep kepemimpinan modern yang diterapkan pemerintah berasal dari akar budaya kraton. Simbol bintang delapan (Asta Brata) menjadi representasi kepemimpinan yang bermoral, bijaksana, serta berperan dalam mengayomi masyarakat.
“Kami banyak menemukan manuskrip-manuskrip kuno yang masyarakat itu pegang sebenarnya tidak mengetahui maknanya. Ini mungkin peran serta dari pemerintah, dari kita semua untuk dapat menghimpun kembali, mengintisarikan kembali,” kata Chandra.
Kemendagri tengah mengidentifikasi nilai-nilai budaya tinggi yang terdapat di tengah masyarakat sebagai aset tak benda yang harus dilestarikan. Dalam wawancara, Chandra menyebut bahwa banyak manuskrip kuno ditemukan, meski masyarakat tidak sepenuhnya memahami makna yang terkandung di dalamnya.
“Mohon sekali manuskrip-manuskrip terkait dengan konsepsi-konsepsi tata kehidupan, penyelenggaraan, kenegaraan, kemasyarakatan ini dapat dihimpun kembali. Kami terima kasih dari BRIN, kami dengan BPSDM tentunya nilai-nilai kepemimpinan itu kami sangat kami perlukan,” katanya.
Menurutnya, kerja sama dengan lembaga pemerintah lain diperlukan untuk mengarsipkan kembali warisan budaya yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa. Ini bertujuan memberikan pedoman nilai kepada generasi muda dan mendorong kemajuan serta kesejahteraan Nusantara di masa yang akan datang.