Key Discussion: Kemenekraf tegaskan peran arsitektur dalam mitigasi bencana

Kemenekraf Tegaskan Peran Arsitektur dalam Mitigasi Bencana

Dari Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengungkapkan bahwa arsitektur tidak hanya tentang estetika, tetapi juga memiliki peran krusial dalam mitigasi bencana dan penguatan ketahanan nasional. Dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu, ia menekankan bahwa bidang ini kini bertransformasi dari sekadar seni merancang menjadi ilmu yang memperhatikan keberlangsungan hidup.

“Dengan inovasi desain, para arsitek mampu mengubah ancaman menjadi risiko yang dapat dikelola,” ujar Teuku Riefky.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Menteri Ekraf dalam International Disaster Resilience Workshop & Conference 2026 di Banda Aceh, Jumat (17/4). Forum arsitektur internasional ini membahas isu penting mengenai desain sebagai alat menghadapi bencana alam serta proses rekonstruksi setelah kejadian tersebut.

Kontribusi Ekonomi Subsektor Arsitektur

Menurut Teuku Riefky, arsitektur di Indonesia menyerap sekitar 61.442 tenaga kerja, dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai lebih dari 2,1 miliar dolar AS dan total investasi sekitar 22 juta dolar AS pada 2024. Ia menegaskan bahwa para arsitek berperan signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Forum Global untuk Ketangguhan Arsitektural

Kegiatan yang berlangsung di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, menjadi platform internasional untuk mendiskusikan pengurangan risiko, penguatan ketangguhan, serta pemulihan berbasis arsitektur. Konferensi ini juga menandai penyelenggaraan pertama Union Internationale des Architectes (UIA) di Indonesia sejak organisasi tersebut didirikan pada 1948. Banda Aceh dipilih sebagai tuan rumah tanpa proses lelang, berdasarkan posisi Aceh sebagai contoh penerapan ketangguhan dan pembangunan kembali pasca-bencana yang diakui secara global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *