New Policy: Kemenpar-DAN tingkatkan edukasi aktivitas wisata selam di Labuan Bajo

Kemenpar dan DAN Tingkatkan Edukasi Aktivitas Wisata Selam di Labuan Bajo

Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan Divers Alert Network (DAN) melakukan upaya untuk meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan selam di Labuan Bajo melalui program “Edukasi Diving Safety 1000”. Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kemenpar, Itok Parikesit, menjelaskan bahwa keselamatan menjadi elemen penting dalam pengembangan pariwisata laut Indonesia, terutama untuk memperkuat daya saing destinasi secara internasional.

Program Edukasi Diving Safety 1000

Kegiatan yang diadakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (15/4), menarik partisipasi 50 peserta dari Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Labuan Bajo. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas pengusaha wisata bahari profesional, fokus pada pengelolaan risiko dan standar keselamatan selam.

“Aktivitas wisata selam termasuk dalam kategori berisiko menengah hingga tinggi, sehingga standar keselamatan harus terus ditingkatkan agar destinasi kita tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan kepastian bagi pengunjung lokal maupun internasional,” kata Itok dalam pernyataan resmi.

Target dan Tujuan Penguatan Keselamatan

Dalam rangka mencapai target 1.000 peserta dalam 1.000 hari, program ini telah berhasil menjangkau destinasi unggulan seperti Labuan Bajo, Bali, Manado, Maratua, Kepulauan Seribu, Gili Matra, serta Raja Ampat. Itok menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berbasis bahari membutuhkan kelestarian ekosistem laut sebagai fondasi utama.

“Melalui inisiatif ini, Indonesia diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata selam kelas dunia yang indah, aman, dan dapat dipercaya,” tambah Itok.

Kolaborasi Global untuk Keselamatan Selam

Presiden dan CEO DAN, Cliff Richardson, menekankan pentingnya kerja sama global dalam meningkatkan kualitas keselamatan penyelaman. Sebagai lembaga nirlaba internasional, DAN berkomitmen mendukung Kemenpar dalam membangun ekosistem pariwisata bahari yang berkelanjutan, termasuk melalui edukasi dan layanan darurat.

“Keselamatan adalah inti dari segala tindakan kami di DAN. Keberhasilan inisiatif ini tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari nyawa yang terlindungi. Kami bangga dapat bermitra dengan Indonesia untuk mendorong standar keselamatan global,” ujar Cliff Richardson.

Apresiasi dari Pemangku Kepentingan Lokal

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, memberikan apresiasi atas komitmen pemerintah pusat dalam mewujudkan destinasi yang aman. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Andhy MT Marpaung, juga mengapresiasi pelaksanaan program ini sebagai bentuk kolaborasi dalam membangun SDM pariwisata bahari yang profesional.

“Kami ingin memastikan setiap pengunjung yang datang ke Labuan Bajo merasakan pengalaman yang indah sekaligus merasa aman,” tambah Andhy.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif “Diving Safety 1000 Initiative” yang diluncurkan Oktober 2023, sebagai upaya memenuhi amanah RPJPN 2025–2045 dalam menyiapkan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas. Dengan pendekatan yang holistik, Kemenpar dan DAN berupaya menciptakan pariwisata laut yang tidak hanya menarik, tetapi juga terjangkau dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *