Solution For: Psikolog mendorong para perempuan untuk terus mengembangkan diri

Psikolog mendorong para perempuan untuk terus mengembangkan diri

Jakarta – Profesor psikologi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim M.Psi., Psikolog, memberikan nasihat agar perempuan terus berusaha meningkatkan kemampuan diri. Saat dihubungi ANTARA dari Jakarta pada Rabu, ia dikenal sebagai Prof. Romy. Menurutnya, Raden Ajeng Kartini bisa menjadi panutan bagi perempuan Indonesia dalam menggerakkan kemajuan pendidikan dan aspek kehidupan lainnya.

Belajar dan Keterampilan untuk Bertindak

Prof. Romy menekankan bahwa perempuan perlu terus memperoleh pengetahuan serta keterampilan agar mampu menyelesaikan berbagai masalah dengan strategi yang beragam. Ia mengungkapkan bahwa pendidikan formal dan non-formal, serta pengaksesan informasi, menjadi sarana penting untuk membangun kemampuan analisis dan kreativitas.

“Mereka tahu bisa menyelesaikannya dengan beberapa macam cara atau bisa melihat suatu masalah dari sudut pandang berbeda,” ujarnya.

Ia juga berharap perempuan Indonesia semakin tangguh, karena banyak dari mereka telah mampu mempertahankan diri dan berkembang secara baik.

Pendidikan Sejak Dini untuk Kemandirian

Menurut Prof. Romy, pendidikan dini sangat krusial dalam membentuk kekuatan perempuan. “Pendidikan itu bukan hanya formal, tetapi banyak bentuk pendidikan lain yang harus bisa didukung oleh orang tua di rumah,” katanya. Ia menambahkan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam membimbing anak memahami mana yang baik dan buruk, serta mengasah kemampuan mengekspresikan pikiran dan perasaan secara asertif.

“Semoga perempuan-perempuan di Indonesia juga betul-betul kuat, dan ternyata banyak sudah yang seperti itu, dan bisa mempertahankan dirinya untuk kemudian bisa berkembang dengan baik,” ia menambahkan.

Mengatasi Ketergantungan dalam Pelaporan Kekerasan

Prof. Romy mengingatkan bahwa perempuan sering kali enggan melaporkan pengalaman kekerasan karena ketergantungan terhadap pelaku. Hal ini bisa menyebabkan ketakutan menghadapi konsekuensi saat mengambil tindakan. “Jika mereka mandiri, konsekuensi tersebut bisa diatasi,” jelasnya. Ia menekankan bahwa kemandirian dan tanggung jawab atas diri sendiri serta keluarga adalah kunci untuk mencapai kekuatan yang lebih besar.

“Ini sebetulnya bisa dilepaskan dari ketergantungan dengan orang kalau dia mandiri. Maka, sebagai perempuan, mereka harus punya kemampuan untuk lebih mandiri, untuk bisa bertanggung jawab juga terhadap dirinya dan mungkin keluarganya,” ia menjelaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *