Key Strategy: Pemkot Jaktim tangkap 1,83 ton ikan sapu-sapu di 10 kecamatan

Pemkot Jaktim berhasil mengamankan 1,83 ton ikan sapu-sapu di 10 kecamatan

Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) dan masyarakat bersama-sama menyita 1.831 kilogram atau setara 1,83 ton ikan sapu-sapu dari berbagai titik perairan di sepuluh wilayah kecamatan. Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Timur, Fauzi, upaya ini mencerminkan hasil yang memuaskan akibat kerja sama antara petugas dan warga. “Dengan 70 personel yang terlibat, 1,83 ton ikan sapu-sapu berhasil diangkat dari perairan di 10 kecamatan,” tuturnya dalam wawancara di Jakarta Timur, Selasa.

“Peran masyarakat menjadi sangat penting dalam menekan jumlah ikan invasif ini. Selain itu, partisipasi mereka juga membantu menjaga integritas tanggul,” ujar Fauzi.

Fauzi menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu tidak hanya mengancam habitat perairan, tetapi juga berpotensi merusak infrastruktur seperti bendungan. Untuk mengatasi masalah ini, pihaknya melakukan pengendalian secara masif dan berkelanjutan, melibatkan kelurahan, kecamatan, serta instansi terkait. “Populasi ikan sapu-sapu yang tinggi memaksa kami mengambil langkah komprehensif agar ekosistem tidak terganggu,” tambahnya.

Wilayah dengan kontribusi tangkapan terbesar

Data menunjukkan bahwa Kecamatan Makasar menjadi tempat penyitaan terbesar, yakni 481,55 kilogram. Diperkirakan Kecamatan Ciracas mengikuti dengan 280 kilogram, lalu Cakung sebanyak 240,6 kilogram. Tiga wilayah ini menjadi pusat perhatian karena dominasi ikan sapu-sapu di lingkungan perairan mereka. Wilayah lain seperti Pasar Rebo (178 kg), Cipayung (189 kg), dan Kramat Jati (137,8 kg) juga mencatat angka yang signifikan.

Di Kecamatan Cipayung, keterlibatan masyarakat terlihat dari penyebaran hasil operasi ke delapan kelurahan. Kelurahan Cipayung menjadi penyumbang tertinggi dengan 56 kilogram, diikuti Pondok Ranggon (40 kg), Setu (31 kg), Munjul (28,4 kg), Cilangkap (14,4 kg), Lubang Buaya (9,3 kg), Ceger (5,5 kg), dan Bambu Apus (4,4 kg).

Harapan untuk kolaborasi berkelanjutan

Fauzi berharap sinergi antara pemerintah dan warga bisa ditingkatkan agar upaya mengendalikan ikan sapu-sapu lebih efektif. “Perairan harus dijaga agar ekosistem tetap seimbang dan bisa menjadi tempat hidup bagi spesies lain,” imbuhnya. Pemkot Jakarta Timur menyatakan komitmen untuk terus melibatkan masyarakat dalam program pelestarian lingkungan, termasuk dalam mengatasi spesies invasif yang membahayakan sistem ekologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *