Special Plan: DKI bangun dua jalan layang baru hingga 2030
DKI Jakarta Kembangkan Dua Jembatan Layang Baru Hingga 2030
Dalam upaya meningkatkan kualitas lalu lintas dan keselamatan di area perlintasan kereta api, Pemerintah DKI Jakarta merencanakan pembangunan dua jembatan layang baru di Jalan Latumenten, Jakarta Barat, dan Bintaro Puspita. Proyek ini direncanakan selesai pada tahun 2030.
“Dari tujuh lokasi yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), hanya dua yang dipilih berdasarkan anggaran yang tersedia hingga 2030,” jelas Nirwono Joga, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta di bidang pembangunan dan tata kota.
Menurut data Dinas Perhubungan DKI, lima lokasi lainnya seperti Tanjung Priok, Semanan, Lenteng Agung-Srengseng Sawah, Pejompongan, dan Panjang tetap masuk dalam perencanaan. Nirwono menegaskan bahwa penjelasan ini tidak mengurangi pentingnya lokasi-lokasi tersebut.
“Komitmen mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan kereta api harus menjadi prioritas kepala daerah. Ini diwujudkan melalui integrasi rencana pemindahan perlintasan sebidang ke dalam RTRW, RPJMD, dan APBD,” tambahnya.
Jembatan layang Latumenten akan melintasi jalur kereta api. Proyek ini mencakup pembangunan di dua sisi jalan, dengan panjang sisi barat sekitar 440,86 meter dan lebar 11 meter. Sisi timur memiliki panjang 439,23 meter dengan lebar 10 meter.
Di sisi lain, flyover Bintaro Puspita dirancang panjang 441 meter dengan lebar jalur 9 meter. Tujuan utamanya adalah mengurangi kemacetan di perlintasan kereta api di kawasan Bintaro.
Sebagai pendukung langkah ini, PT KAI Daop 1 Jakarta menyatakan bahwa perlintasan liar kereta api menjadi sumber risiko kecelakaan. Data menunjukkan, 40 titik perlintasan sebidang telah ditutup sejak 2023 hingga awal 2025. Dari jumlah tersebut, 15 titik ditutup pada 2023, 24 titik pada 2024, dan satu titik pada 2025.