What You Need to Know: Banjir di Jakarta Selatan mulai surut
Banjir di Jakarta Selatan Mulai Surut
Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan melaporkan bahwa genangan air di beberapa wilayah kota tersebut mulai menghilang dan tidak menyebabkan kerugian berupa korban meninggal atau warga yang harus dievakuasi.
“Genangan terjadi di beberapa titik, seperti Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, serta Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran karena luapan Kali Ciliwung,” ujar Kasatgas BPBD Jakarta Selatan Sukendar saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Dalam wilayah Pejaten Timur, ketinggian air mencapai 50 sentimeter pada pukul 02.00 WIB, lalu meningkat hingga 180 cm di waktu 04.50 WIB. Genangan mulai surut sejak pukul 06.10 WIB, dan air hanya tersisa sekitar 20 cm pada 09.40 WIB.
BPBD DKI Jakarta menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh kenaikan status Bendung Katulampa ke tingkat siaga 3 dengan muka air 105 cm, serta Pos Pantau Depok yang mencapai siaga 2 dengan tinggi muka air 280 cm. Kondisi ini menyebabkan Kali Ciliwung meluap hingga ke permukiman warga.
“Tidak ada warga yang mengungsi, dan jumlah pengungsi tetap nol,” tambah Sukendar.
Petugas telah melakukan beberapa upaya, seperti menyiapkan jalur evakuasi dan berkoordinasi dengan pihak kelurahan, Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), serta tim terkait lainnya. Selain itu, pos pengawasan di lokasi juga ditempatkan untuk memantau dinamika genangan.
Saat ini, kondisi wilayah yang terkena banjir kembali normal seiring surutnya air. Jalur evakuasi yang dipasang sebelumnya juga telah dibuka kembali. BPBD mencatat, enam RT di Jakarta Selatan dilanda banjir pada Senin pagu 08.00 WIB.