Asing Diam-Diam Akumulasi Saham Ini Saat IHSG Mendadak Merah
Asing Diam-Diam Akumulasi Saham Ini Saat IHSG Mendadak Merah
Di Jakarta, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih pada sejumlah saham selama perdagangan Selasa (15/4/2026), meski tekanan jual masih menguasai pasar secara keseluruhan. Secara agregat, pasar mencatatkan net sell sebesar Rp1,16 triliun, namun ada sektor tertentu yang justru menarik minat pembelian dari investor asing, terutama di bidang konglomerasi, energi, dan komoditas.
Aksi Beli Asing Paling Aktif
Beli asing paling dominan terjadi pada saham konglomerasi PT Astra International Tbk. (ASII), diikuti oleh emiten energi yang dikelola Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN). Selain itu, saham berbasis komoditas seperti MDKA, ADRO, dan INCO juga masuk dalam daftar akumulasi asing, menunjukkan ketertarikan terhadap sektor sumber daya alam.
Perkembangan IHSG dan Volume Transaksi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan penurunan 0,68% atau 52,36 poin, kembali ke level 7.623,58. Meski sepanjang hari IHSG berada di zona hijau, indeks mengalami koreksi signifikan satu jam sebelum pasar ditutup. Volume transaksi hari ini mencapai Rp22,61 triliun, melibatkan 51,44 miliar saham dalam 3,16 juta kali perdagangan. Kapitalisasi pasar juga meningkat menjadi Rp13,606 triliun.
Meski demikian, mayoritas sektor mengalami pelemahan, dengan koreksi terbesar terjadi di sektor kesehatan, konsumer non-primer, dan finansial. Sementara itu, sektor industri, konsumer primer, dan energi mencatatkan penguatan tertinggi. Emiten grup konglomerasi berkontribusi signifikan pada kenaikan IHSG hari ini.
Daftar 10 Saham dengan Net Buy Terbesar
- PT Astra International Tbk. (ASII) – Rp199,4 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) – Rp109,1 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) – Rp67,5 miliar
- PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) – Rp66,3 miliar
- PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) – Rp65,8 miliar
- PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) – Rp55,5 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) – Rp55,2 miliar
- PT Emas Antam Indonesia Tbk. (EMAS) – Rp38,8 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) – Rp27,4 miliar
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) – Rp25,5 miliar
Sementara itu, emiten yang memberi dampak negatif terbesar terhadap IHSG meliputi bank besar Grup Djarum (BBCA), emiten rumah sakit Mayapada (SRAJ), serta perusahaan-perusahaan lain dari grup MNC, Barito, dan Salin. Tiga emiten BUMN (BBRI, BMRI, dan TLKM) juga turut andil dalam pelemahan indeks.