Key Strategy: Pramono umumkan angka gini ratio di Jakarta menurun

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengumumkan angka ketimpangan ekonomi atau gini ratio di ibu kota mengalami penurunan dari 0,441 menjadi 0,423, dan mengaku bersyukur atas penurunan tersebut. “Alhamdulillah, kali ini ada penurunan gini ratio dari 0,441 menjadi 0,423,” ungkap Pramono di Balai Kota, Jakarta, Jumat. Dia mengatakan penurunan angka tersebut merupakan pencapaian penting karena tantangan besar dalam mengurangi ketimpangan di Jakarta, yaitu banyaknya kelompok berpenghasilan tinggi.

"Semua orang kaya ada di Jakarta. Uang beredar hampir semuanya di Jakarta. Itu yang membuat gini ratio kita cenderung lebih tinggi dibanding daerah lain," kata Pramono.

Meski begitu, dia menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga bantalan sosial untuk mengurangi ketimpangan ekonomi. Salah satunya, dengan terus menjalankan Program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), dan bantuan sosial lainnya. "APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kita tidak boleh mengurangi hal-hal yang berkaitan dengan KJP, KJMU, KAJ (Kartu Anak Jakarta), KLJ, KPJ (Kartu Pekerja Jakarta), karena ini bantalan sosial dan ekonomi warga," tutur Pramono.

Selain indikator ketimpangan, Pramono menyebutkan sektor ketenagakerjaan juga menunjukkan performa yang menggembirakan dengan bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja. Tercatat sebanyak 5,18 juta orang telah terserap di pasar kerja, atau mengalami kenaikan sekitar 46,5 ribu orang. Selain itu, tingkat partisipasi angkatan kerja juga meningkat menjadi 65,47 persen atau naik sekitar 0,72 persen.

Menurut Pramono, peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak warga yang terlibat dalam aktivitas ekonomi. Di sisi lain, dia mengatakan sektor perdagangan, akomodasi, makanan dan minuman, serta transportasi dan pergudangan menjadi penyumbang utama penyerapan tenaga kerja di Jakarta. Dia pun memastikan pihaknya terus memperluas akses pekerjaan melalui berbagai program.

"Ini menunjukkan kondisi ketenagakerjaan Jakarta yang sempat dikhawatirkan, justru mengalami perbaikan di triwulan pertama," terang Pramono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *