Polisi selidiki komplotan curanmor bersenjata api di RS Duren Sawit
Polisi selidiki komplotan curanmor bersenjata api di RS Duren Sawit
Jakarta, Kapolsek Duren Sawit, Kompol Sutikno, mengungkap bahwa pihaknya sedang menyelidiki grup pencuri sepeda motor (curanmor) yang menggunakan senjata api di area parkir Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. “Kami masih berupaya maksimal untuk mengungkap kasus ini,” jelas Sutikno saat dihubungi ANTARA, Selasa.
“Sementara itu, kami sedang memverifikasi identitas dan lokasi para pelaku yang membuat warga waspada,” tambah Sutikno.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga terus mengumpulkan bukti serta keterangan saksi-saksi di lokasi. Insiden tersebut memperparah kejadian pencurian sepeda motor dengan senjata api di Duren Sawit. Sebelumnya, aksi serupa terjadi di Jalan Pendidikan, Komplek IKIP, pada Minggu (22/2) dini hari.
Dalam kejadian itu, pelaku gagal membawa kabur kendaraan setelah aksinya terdeteksi warga. Sutikno belum bisa memberikan detail lebih lanjut mengenai keterkaitan antara kedua kejadian, namun ia memungkinkan adanya jaringan kriminal yang sama.
Komplotan pelaku gunakan senjata api saat beraksi
Kepolisian memastikan akan terus memburu para pelaku hingga ditangkap dan diproses sesuai prosedur hukum. Sebelumnya, aksi komplotan pencuri dengan senpi viral di media sosial. Kejadian terjadi di area parkir RSIA Duren Sawit pada Minggu (12/4) siang sekitar pukul 13.27.
“Saya melihat ada yang mencurigakan saat pengambilan motor. Saat mendekati, pelaku langsung menodongkan pistol,” cerita Syaipul (38), petugas keamanan RS, di Duren Sawit, Senin (13/4).
Dari laporan, dua pelaku masuk ke area parkir, sementara dua lainnya diduga mengawasi situasi di luar. Aksi mereka direkam kamera pengawas (CCTV). Syaipul menyebut dirinya mengenali tindakan pencurian saat sedang bertugas. Pelaku mengambil sepeda motor pasien yang terparkir, lalu melarikan diri. Rekaman menunjukkan dua pelaku menggunakan kunci letter T untuk merusak sistem keamanan sebelum membawa kabur kendaraan.
Pihak berwajib mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat memarkir kendaraan di tempat umum. Langkah seperti menggunakan kunci tambahan dan memilih lokasi yang terpantau petugas dianjurkan sebagai upaya pencegahan.