Dunia Terancam Kacau Balau – Ilmuwan Beberkan Bukti Terbaru

Dunia Terancam Kacau Balau, Ilmuwan Beberkan Bukti Terbaru

Jakarta, Sejumlah ilmuwan mengungkapkan adanya ancaman serius terhadap keseimbangan iklim global. Dua penelitian terbaru menyoroti risiko menghadapi perubahan cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia. Sirkulasi laut raksasa Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC), yang bertugas mengalirkan panas, garam, dan air tawar di seluruh Atlantik, dianggap sebagai penopang utama kestabilan iklim. Namun, pemanasan global yang diakibatkan oleh aktivitas manusia mengganggu keseimbangan suhu dan salinitas laut. Akibatnya, kekuatan AMOC terus berkurang. Beberapa studi terkini bahkan menyatakan bahwa sistem ini mungkin berhenti lebih dini dari prediksi sebelumnya.

Model Iklim Kini Ternyata Meremehkan Pelemahan AMOC

Stefan Rahmstorf, ahli oseanografi dari Universitas Potsdam yang lama mempelajari AMOC, mengatakan temuan ini “penting dan mengkhawatirkan,” seperti dilansir CNN International, Minggu (19/4/2026). Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science Advances, ilmuwan menggabungkan model iklim dengan data seperti suhu dan kadar garam laut. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar model sebelumnya justru kurang memperhitungkan tingkat penurunan AMOC secara akurat.

“Ini meningkatkan kekhawatiran bahwa AMOC bisa melewati titik kritis pada pertengahan abad ini, di mana keruntuhannya tidak bisa dihentikan,” ujar Rahmstorf.

Riskan pelemahan lebih besar karena faktor seperti lelehan es di Greenland belum sepenuhnya dimasukkan ke dalam prediksi. Studi dari Universitas Miami menambahkan bukti kuat bahwa AMOC telah melemah secara konsisten selama dua dekade terakhir. Shane Elipot, penulis penelitian tersebut, menjelaskan bahwa data dari pelampung laut sejak 2004 menunjukkan pelemahan terjadi di berbagai lokasi.

“Fakta bahwa pelemahan terlihat di semua lokasi ini sangat signifikan,” kata Elipot.

“Yang mengkhawatirkan, model yang sama juga memprediksi AMOC akan menuju titik kritis di mana sistem ini bisa berhenti,” tambahnya.

Bukti Kuat Menunjukkan Kerentanan Sistem

René van Westen dari Universitas Utrecht menilai temuan ini sebagai bukti jelas bahwa AMOC sedang mengalami penurunan. Ia mengingatkan bahwa setiap pelemahan tambahan mempercepat kemungkinan sistem mencapai titik kritis.

“Setiap pelemahan tambahan mendorong sistem semakin dekat ke titik kritis,” kata van Westen.

Jika AMOC benar-benar runtuh, konsekuensi akan sangat luas. Eropa berpotensi mengalami musim dingin ekstrem, permukaan laut di pesisir timur Amerika Serikat naik lebih cepat, dan sebagian wilayah Afrika menghadapi kekeringan berkepanjangan. Fenomena serupa terjadi sekitar 12.000 tahun lalu, menyebabkan perubahan iklim besar. Kini, dengan tekanan pemanasan global yang terus meningkat, para ilmuwan memperingatkan dunia bisa menghadapi skenario yang sama, tetapi dengan dampak yang lebih kompleks terhadap kehidupan modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *